Berpetualangan Ke Pulau Banyak, Singkil Part 1

Pulau Banyak, adalah sebuah jajaran kepulauan yang terletak di Kabupaten Singkil yang beribukota di Pulau Balai. perjalanan dapat di tempuh dengan mobil dari Medandengan memakan waktu 8 jam, kemudian dari Desa Pulo Saruk, Aceh Singkil perjalanan ke Pulau Balai memakan waktu 4 jam. Dari Pulau Balai ke Pulau Palambak memakan waktu sekitar 30 menit dengan menggunakan speedboat.

Kapal dari Singkil menuju Pulau Balai - credit photo : Tahbar Junus

Kapal dari Singkil menuju Pulau Balai – credit photo : Tahbar Junus

Pada liburan Idul Fitri kali ini, kami mencoba menyusuri keindahan pulau-pulau di Kepulauan Banyak yang memang tidak terkira keindahannya, hamparan laut biru dengan aneka ragam hayati di dalamnya, pasir putih yang lembut di pantai-pantainya. Ditambah lagi pohon kelapa menjulang tinggi di setiap pantai pulau-pulau tersebut menjadikan surga bagi setiap pelancong yang datang di Pulau Banyak

Menjelang Badai di Pulau Balai, Pulau Banyak NAD - credit photo : Tahbar Junus

Menjelang Badai di Pulau Balai, Pulau Banyak NAD – credit photo : Tahbar Junus

Perjalanan kali ini sifatnya mendadak dan spontan, tanpa ada persiapan yang jelas tentang kapan berangkat, kapan pulang, apa yang akan di lakukan selama disana, dengan hanya berbekal informasi dari teman-teman yang kebetulan berdomisili di seputaran sana, serta informasi dari tabloid Pulau Banyak, maka pada tanggal 27 Agustus 2011 berangkatlah kami 6 orang ke Singkil dengan menumpang mobil travel seharga Rp. 110.000 per orang

Penampakan Pulau Balai

Penampakan Pulau Balai

Petualangan dimulai, setelah menempuh perjalanan darat selama 9 jam dengan jalanan berkelok-kelok dan jalanan yang rusak, tepat pada pukul 06.20 kami mencapai pelabuhan Singkil, yang akan membawa kami masuk kedalam keindahan pulau-pulau di seberang sana, sesampainya di singkil barulah kami mencoba mencari perbekalan-perbekalan yang akan di pergunakan selama disana, dengan mengunjungi pasar-pasar tradisional di sana.

Istirahat di pertengahan perjalanan menuju Singkil

Istirahat di pertengahan perjalanan menuju Singkil

Satu keunikan dari pasar-pasar tradisional disana adalah waktu operasionalnya mulai pukul 09.00 pagi walaupun pasar tersebut menjual beragam keperluan seperti pasar pada umumnya, ngak seperti pasar-pasar di Medan atau tempat lainnya yang beroperasi jauh sebelum matahari menampakkan wujud di ufuk timur, tetapi disini mereka mulai setelah matahari beranjak naik secara perlahan. Setelah usai memperlengkapi diri dengan bekal-bekal akhirnya kami kembali lagi ke Pelabuhan untuk menunggu kapal yang akan membawa kami ke Pulau Balai.

Sesampainya disana, ada berita yang tak mengenakan, hari ini tidak ada kapal ferry yang akan berangkat, kata tukang becak disana. Mulailah kami kebingungan dan mencari informasi sana-sini, di tengah kebingungan kami, tiba-tiba Handphone berbunyi dan ternyata Ace menelepon menanyakan kami udah dimana, secara langsung kami beritahukan kami lagi di pelabuhan, spontan Ace bilang, ngak ada kapal ferry hari ini, hanya ada kapal nelayan, secepat kilat itu juga bilang ke Ace, tolong donk mobil nya jemput kami kembali dari sini. Alhasil karena menggunakan mobil travel yang sama, supirnya bersedia menjemput kami dari pelabuhan ferry ke pelabuhan buat kapal nelayan.

Pelabuhan Singkil

Pelabuhan Singkil

Setelah salah informasi tentang kapal, kali ini kita telah berada pada kapal yang benar, tetapi yang mengherankan adalah kenapa kapalnya tidak bergerak-bergerak ? dengar-dengar dari masyarakat sana, kapal harus berisi penuh terlebih dahulu sebelum berangkat, alhasil setelah penantian panjang akhirnya pada pukul 09.30 kapal mulai bergerak ke Pulau Balai. Perjalanan memakan waktu 4 jam yang sangat membosankan, air laut yang kotor, polusi udara dimana-mana. Itulah kesan pertama ketika kami memulai perjalanan laut tersebut, apa yang indah, ngk ada apa-apanya disini, semua sampah.

Pernyataan kami tersebut diatas harus diralat setelah kami menempuh perjalanan selama 2 jam pertama, akhirnya mata kami di manjakan dengan hamparan laut yang luas dengan air biru nya serta keindahan koral-koral yang terkadang dapat dilihat langsung dengan mata telanjang, di samping itu elang berputar-putar diatas mencari mangsa, sesekali di kejauhan terlihat ikan terbang secara berkelompok muncul dipermukaan air kemudian menghilang kembali dalam kelamnya laut. Bener-bener surga yang indah.

Menjelang mendarat di Pulau Balai, kembali cuaca tidak bersahabat, hujan badai menerpa kami dengan lebatnya, di kejauhan pulau-pulau yang lain tampak tenang dan cerah. Setelah setengah jam di terpa badai, kembali laut tenang kembali dan kami bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan ke Pulau Palambak, sebuah pulau tujuan akhir kami untuk menikmati keindahan pulau-pulau disekitarnya selama 4 hari kedepan.

Pemilik speedboat yang di hubungi tidak kunjung tiba, sementara waktu terus beranjak sore, dengan penantian yang gelisah kembali kami menghubungi pemilik speedboat, Erwin, sang pemilik Speedboat dan juga pengelola bungalow di pulau Palambak mengatakan 10 menit lagi kapal sampai disana, karena saat ini badai sedang mengamuk di tengah lautan akibat pengaruh angin barat. Akhirnya yang di tunggu-tunggu sampai juga, dengan semangat 45 semua bergotong royong mengisi perbekalan ke dalam boat. tanpa tahu yang akan terjadi di depan sana akan lebih memacu adrenalin

Diatas Speedboad menuju pulau Palambak

Diatas Speedboad menuju pulau Palambak

Perjalanan dengan speedboat menempuh waktu maksimal 30 menit dan di usahakan sekitar 20 menit kapal bisa mencapai Pulau Palambak, ternyata benar setelah perjalanan 10 menit kapal telah di permainkan ombak tinggi ke kiri ke kanan, ke atas dan ke bawah selain itu angin berhembus dengan kerasnya seakan-akan ingin menghempaskan kami kembali ke daratan. Dengan penuh perjuangan akhirnya kapal berhasil masuk kedalam pantai Pulau Palambak, walau sudah berhasil mencapai pulau, ada satu masalah lagi yaitu kapal tidak dapat berlabuh sampai ke garis pantai, yang artinya kami semua harus turun sekitar 30 meter dari pantai dan berenang mengangkati semua perbekalan kami.

Ombak tinggi, speedboat tidak bisa mendarat

Ombak tinggi, speedboat tidak bisa mendarat

Menurunkan barang bawaan ditengah badai

Menurunkan barang bawaan ditengah badai

Harap-harap cemas atas keselamatan dari semua barang bawaan menyelimuti perasaan kami semua,bukan hanya tas yang berisi pakaian yang menjadi perhatian kami, tetapi bagaimana membawa tas berisi kamera tanpa basah ke pantai, akhirnya dengan kerjasama dari semua orang di kapal dan di bantu oleh rekan-rekan yang telah duluan sampai di Pulau Palambak, akhirnya semua perbekalan, semua tas dapat di bawa turun ke pulau tanpa basah sedikitpun.

321571_10150304720664074_5143510_n

Petualangan hari pertama yang penuh perjuangan, tidak tidur semalaman, terkatung-katung selama 4jam di tengah laut, di hajar badai menutup kisah kami pada hari pertama ini, setelah makan malam ala kadarnya, kami duduk mengelilingi api unggun yang kemudian segera bubar karena hujan kembali menerpa kami di Pulau Palambak. Akhirnya semua meringkuk dalam dinginnya malam di balik selimut masing-masing dengan membawa cerita hari pertama dan bersiap-siap menikmati petualangan hari esok.

Api Ungun di tengah badai

Api Ungun di tengah badai

Rincian Pengeluaran Transport Untuk Trip Hari Pertama

1.  Transport dari Medan – Singkil        Rp. 120.000,-/ orang (mobil di hitung charter sebesar Rp. 700.000,-dibagi 6 orang)

2.  Transport Kapal dari Singkil – Pulau Balai   Rp. 25.000,-/ orang

3.  Transport Speedboat dari Pulau Balai – Pulau Palambak   Rp. 75.000,-/ orang

 

Bersambung ke part 2

admin

Traveler yang memulai blog ini menjadi sebuah sesuatu yang berguna bagi para backpacker dan Solo Traveler seperti saya yang aslinya adalah seorang pecinta jalan-jalan dan traveling ke berbagai pelosok dunia, berbaur dengan penduduk setempat dan melebur diri ke dalam rutinitas yang jauh dari hiruk pikuk kota, saya juga menganggap ini bukan hanya sekedar traveling biasa, tapi saya berusaha membuka jendela dunia melalui blog traveling yang saya sajikan kepada anda untuk di jadikan tempat merefleksikan diri

Latest posts by admin (see all)