BERPETUALANGAN KE PULAU BANYAK, SINGKIL PART 2

Setelah perjalanan panjang di hari pertama yang sangat melelahkan, pada hari kedua, langit berawan, lautan tenang setelah semalaman dihajar oleh badai, tidak tampak lagi sisa-sisa dari kemarahan lautan kemarin malam, kami membuka hari dengan memasak sarapan, hari ini dimulai dengan Indomie Goreng, pagi ini seperti biasa ada yang masi golek-golek di tempat tidur seakan enggan berpisah, ada yang menceburkan diri ke lautan menikmati segarnya air laut, ada yang duduk nongkrong menghabiskan waktu sembari menunggu sarapan.

309886_10150304723574074_616639_n

Kami 6 orang yang baru saja sampai kemarin dengan terpesona melihat keindahan yang sebenarnya dari pulau Palambak ini, karena kemarin kami tidak melihat ada sesuatu yang indah, mungkin karena dalam suasana badai besar. Setelah usai sarapan ala kadarnya masing-masing mempersiapkan diri karena hari ini kami akan keliling pulau-pulau yang biasa di kenal dengan “Island Hoping”

312654_10150304737949074_5403093_n

Karena kegiatan ini memerlukan jumlah orang yang banyak, kami bergabung dengan Ace dan rombongan ibu-ibu guru Sutomo nya, sembari menanti kedatangan Ace kami menyusuri pulau dan sampailah pada sisi barat laut dari pulau yang terdapat bungalow milik Pemda yang terlantar tanpa ada yang mengurusi lagi, sungguh pilu melihat potensi wisata yang sangat baik tetapi pengeleloaan yang sangat buruk. (bukti nyata bahwa masyarakat disini belum siap untuk sebagai destinasi wisata)

Bawah Laut

Bawah Laut

Setelah semua bersiap-siap kumpul untuk berangkat, beberapa teman-teman putri mengeluh mereka digigit nyamuk yang banyak sekali, memang kami melihat banyak bentolan-bentolan, ternyata itu bukan nyamuk tapi bed bug saudara-saudara, tragedi bed bug ini akhirnya meninggalkan beberapa luka permanen yang ada hingga sekarang.

Satu hal lagi yang special dari pulau ini adalah terdapat ribuan keong yang dulu semasa kanak-kanak menjadi mainan dan di pulau inilah kami mendapati habitatnya. Setelah menyusuri pantai, bernarsis ria di pulau, akhirnya yang ditunggu-tunggu sampai juga, Ace dan kapalnya. Petualangan hari kedua segera dimulai dengan tujuan awal adalah Pulau Lambodong, Pulau Lambodong adalah pulau yang berjarak sekitar 25 menit dari pulau Palambak, pulau ini memiliki keindahan koral dan juga banyaknya aneka ragam ikan-ikan di dalamnya. Pulau ini sama hal nya dengan pulau-pulau yang lain yaitu di penuhi dengan hamparan pohon kelapa.

321435_10150304720089074_7780345_n

Selepas dari Pulau Lambodong kami ke Pulau Biawak, Pulau Biawak ini merupakan pulau kecil seperti dalam game “Tropico” yang sangat eye catching dan kami memutuskan mengunjungi pulau tersebut karena jaraknya cukup dekat dari Lambodong, keindahan bawah lautnya juga tidak kalah dari Lambodong, di pulau ini ada yang menghabiskan waktu dengan berjemur di pantai, mengelilingi pulau, snorkeling, berenang dan yang tidak terlupakan adalah narsis ria.

Island Hoping

Island Hoping

Dalam perjalanan selanjutnya ke Pulau Tailana, kami singgah ke Pulau Asok, jejeran pulau-pulau ini memiliki keindahan koralnya yang luar biasa sehingga menjadi surga bagi penggemar snorkeling, selain itu ombak nya juga terbilang cukup bersahabat buat melakukan aktifitas tersebut. Sehabis menikmati keindahan pulau Asok, bergegas kembali ke kapal untuk melanjutkan perjalanan ke Pulau Tailana, mengingat ketiadaan listrik di Pulau Palambak mengharuskan kami segera beranjak meninggalkan jejeran pulau-pulau tersebut yang memperlihatkan kepada kami betapa kayanya negeri ini.

Perjalanan pulang dari Tailana memakan waktu selama 2 jam, dengan angin semilir yang membuat mengantuk, diisi dengan obrolan-obrolan ringan, akhirnya tidak terasa kami telah sampai kembali ke Pulau Palambak menjelang petang matahari akan kembali ke peraduannya di ufuk barat.

303060_10150304739534074_210540_n

Kembali menghabiskan malam hari dengan api unggun dan game bersama, satu hal yang kurang nyaman di pulau ini adalah nyamuknya yang sangat luar biasa banyaknya, hal ini disebabkan di tengah pulau ini adalah rawa-rawa, sehingga nyamuk menjadikan tempat tersebut sebagai habitat mereka.

Narsis Ria di tepi pantai

Narsis Ria di tepi pantai

1 hari akhirnya berlalu juga, dengan perasaan capek tetapi sangat puas menikmati keindahan alam Indonesia yang telah Tuhan ciptakan untuk kita, tetapi kita sendiri enggan untuk menjaga dan merawatnya dengan baik, hal ini dapat di lihat dengan terbengkalainya pulau-pulau indah di sana. akhirnya petualangan hari ini di lanjukan kedalam alam mimpi, berharap ketika bangun nanti semua telah berubah, menjadi satu daerah tujuan wisata bahari.

312175_10150304738224074_3578488_n

Dihari ketiga, ketika kita bersiap-siap untuk meninggalkan pulau, kami mendapatkan kabar kurang mengenakan yaitu pemilik kapal tidak bisa merapat karena mereka akan merayakan Idul Fitri, dengan berbagai bujuk rayu kami menyakinkan pemilik kapal ternyata tak juga meluruhkan hatinya mengangkut kami.

Ransum makan yang sudah menipis demikian juga stok air minum yang kami bawa hampir habis, jadilah kami bertahan dengan mengupayakan makanan yang disediakan alam bagi kami, teman kami malamnya menangkap kepiting dan teman lainnya memanjat pohon kelapa untuk mendapatkan pasokan air minum.

Akhirnya setelah berusaha menyakinkan pemilik kapal dengan dibantu pemilik Bungalow akhirnya besok pagi kapal datang merapat ke pulau untuk menjemput kami dan mengantarkan ke Singkil, untuk selanjutnya kami bisa kembali pulang ke Medan. Sungguh pengalaman yang diluar dugaan.

Dikapal menuju Singkil

Dikapal menuju Singkil

Hamparan Laut Biru

Hamparan Laut Biru

Main Game Bersama

Main Game Bersama

Toilet ala Pulau Banyak

Toilet ala Pulau Banyak

Penghuni Terakhir

Penghuni Terakhir

 

2 Comments

Leave a Reply