Dambulla Cave, kemegahan kuil Buddha di dalam Gua

Setelah melewati malam pergantian tahun di Sigiriya dan menapaki puncak Sigiriya Rock, pagi hari ini kami dengan menumpang tuk-tuk yang di supiri oleh Mr. Milton pemilik Sigiriya Paradise Inn tempat kami menginap, beliau mengantarkan kami ke Dambulla Cave. Setelah membeli tiket masuk seharga 1500 LKR (setara dengan Rp. 147.000) kami menitipkan tas ke kantor pembelian tiket.

Sepanjang perjalanan Mr. Milton menawarkan peluang untuk investasi di guest house yang dia kelola, memang diakui jumlah kamarnya masih sedikit, malam itu saja mereka harus menolak 2-3 tamu yang datang karena tidak ada tersedia kamar lagi. Beliau menceritakan latar belakangnya yang bekerja sebagai guide di Sigiriya Rock selama 25 tahun, dari pekerjaan guide itulah dia bisa fasih bahasa German dan Belanda.

Setelah menjelaskan detail dari perjalanan yang akan kami lalui nanti di Dambulla Cave, kami berpisah di depan Giant Buddha setelah foto bersama, Mr. Milton kembali ke Sigiriya dan kami melanjutkan perjalanan mendaki tangga menuju Dambulla Cave.

Kuil Gua Dambulla juga dikenal sebagai Kuil Emas Dambulla, Kuil ini merupakan Situs Warisan Dunia (1991) di Sri Lanka, terletak di bagian tengah negara itu. Situs ini terletak 148 km sebelah timur dari Colombo dan 72 km sebelah utara dari Kandy. Kuil ini adalah kuil gua terbesar dan terbaik yang masih terawat di kompleks Kuil di Sri Lanka. Terdapat lebih dari 80 gua di daerah sekitarnya.

Gua utama berisi rupang-rupang dan lukisan. Lukisan-lukisan dan rupang-rupang tersebut berhubungan dengan kehidupan Sang Buddha. Terdapat 153 buah rupang Buddha, 3 buah rupang raja Sri Lanka dan 4 rupang dewa dan dewi. Yang terakhir termasuk dua rupang dewa-dewa Hindu, dewa Wisnu dan dewa Ganesh. Lukisan dinding menutupi area seluas 2.100 meter persegi.

Penggambaran lukisan dinding di gua bercerita tentang godaan setan oleh Mara sampai khotbah pertama Buddha. Manusia prasejarah Sri Lanka tinggal di kompleks gua ini sebelum kedatangan agama Buddha di Sri Lanka, dalam daerah ini ditemukan situs penguburan kerangka manusia sekitar 2700 di Ibbankatuwa dekat kompleks gua Dambulla.

Kuil ini terdiri dari lima gua, yang telah diubah menjadi ruang suci. Gua-gua, yang dibangun di dasar batu tinggi 150 meter selama masa Anuradhapura (abad ke-1 SM sampai 993 Masehi) dan Polonnaruwa (1073-1250), Jalan sepanjang lereng bukit Dambulla yang landai, menawarkan panorama tanah datar di sekitarnya, yang meliputi benteng batu Sigiriya, berjarak 19 km jauhnya. Gua terbesar berukuran sekitar 52m dari timur ke barat, dan 23m dari pintu masuk ke belakang, gua ini memiliki titik tertinggi 7 meter. Dewa-dewa Hindu juga terdapat di sini, seperti juga Raja Valagamba dan Nissankamalla, dan juga Ananda- murid Buddha yang setia.

Sewaktu kami sampai diatas, berjubel orang-orang yang datang untuk beribadah sambil mempersembahakan ucapan syukur kepada Buddha, pintu masuk kedalam gua masi ditutup karena para pemuka agamanya sedang akan mengadakan upacara. Unik juga melihat upacara tersebut dan kami beruntung dapat melihat upacara itu.

Ketika pintu masuk gua di buka, kami melangkahkan kaki kedalam dan melihat kemegahan daripada peninggalan budaya masa lalu, orang-orang gua Sri Lanka telah berhasil mengubah gua-gua menjadi kuil berisi rupang-rupang dan juga lukisan mural.

Buddha didalam gua

Buddha didalam gua

Golden Buddha dari Atas Puncak

Golden Buddha dari Atas Puncak

IMG_1856

Rupang

Jalan menuju ke puncak Gua Dambulla

Jalan menuju ke puncak Gua Dambulla

Khusuk Beribadah

Khusuk Beribadah

Para Penziarah menunggu pemberkatan dari rohaniawan

Para Penziarah menunggu pemberkatan dari rohaniawan

Pengunjung di dalam gua

Pengunjung di dalam gua

Persembahan untuk Sang Buddha

Persembahan untuk Sang Buddha

Petugas memberi persembahan kepada Buddha

Petugas memberi persembahan kepada Buddha

pintu masuk

pintu masuk

Sleeping Buddha

Sleeping Buddha

Puas mengeksplore kemegahan gua Dambulla kami segera turun untuk melanjutkan perjalanan ke Negombo, Negombo menjadi persinggahan terakhir kami sebelum pulang ke Indonesia.

Because we are young

admin

Traveler yang memulai blog ini menjadi sebuah sesuatu yang berguna bagi para backpacker dan Solo Traveler seperti saya yang aslinya adalah seorang pecinta jalan-jalan dan traveling ke berbagai pelosok dunia, berbaur dengan penduduk setempat dan melebur diri ke dalam rutinitas yang jauh dari hiruk pikuk kota, saya juga menganggap ini bukan hanya sekedar traveling biasa, tapi saya berusaha membuka jendela dunia melalui blog traveling yang saya sajikan kepada anda untuk di jadikan tempat merefleksikan diri

Latest posts by admin (see all)

Leave a Reply