Photo Essay – Danau Toba

Danau Toba yang terbentuk sekarang ini ternyata merupakan kawah dari gunung Toba Purba yang meletus pada 74.000 tahun yang lalu. Gunung Toba Purba pernah meletus sebanyak 3 kali yaitu :

  • Letusan pertama terjadi sekitar 800 ribu tahun lalu. Letusan ini menghasilkan kaldera di selatan Danau Toba, meliputi daerah Prapat dan Porsea.
  • Letusan kedua yang memiliki kekuatan lebih kecil, terjadi 500 ribu tahun lalu. Letusan ini membentuk kaldera di utara Danau Toba. Tepatnya di daerah antara Silalahi dengan Haranggaol. Dari dua letusan ini, letusan ketiga lah yang paling dashyat.
  • Letusan ketiga 74.000 tahun lalu menghasilkan kaldera, dan menjadi Danau Toba sekarang dengan Pulau Samosir di tengahnya.

Letusan Gunung Toba merupakan letusan gunung berapi yang paling dahsyat yang pernah diketahui di planet Bumi ini. Dan hampir memusnahkan generasi umat manusia di planet Bumi. 73.000 tahun yang lalu letusan dari supervolcano di Indonesia hampir memusnahkan seluruh umat manusia. Kedahsyatan letusan gunung Toba memang sangat terkenal dan merupakan 3 besar letusan volcano terdahsyat di planet bumi.

Kini setelah 74.000 tahun berlalu, Danau Toba tetap menyimpan keindahan tiada tara, kita akan diperhadapkan kepada berbagai keindahan yang berbeda tergantung dari sudut/ sisi Danau Toba yang kita kunjungi. Danau Toba sungguh merupakan sebuah anugerah yang tiada terkira yang diberikan Tuhan kepada kita, tentunya merupakan tanggung jawab kita untuk menjaga kelestarian dari Danau Toba tersebut. Penebangan liar, keramba dan kepedulian dari masyarakat sekitar toba yang rendah menyebabkan kondisi Danau Toba cukup mengkhawatirkan.

 

Lumban Suhi-Suhi

Sunset di Tepian Danau Toba

Berburu Bintang

Berburu Bintang

lumban suhi-suhi

Seorang photographer yang mengabadikan anak yang memandikan Horbo di tepian danau toba, nun jauh di ujung sana seorang ibu sedang mencuci baju. 3 in 1 frame

lumban suhi-suhi

nelayan sedang menangkap ikan di danau toba, keramba dan sisa makanan ikan turut menyumbang pencemaran air danau toba

Danau Toba yang kotor

Danau Toba yang kotor

horbo

Horbo (baca: kerbau)

horbo

Seorang anak memandikan horbo di sore hari

lumban suhi-suhi

Memancing ikan sambil menunggu matahari terbenam di ufuk barat

desa sihotang

Peaceful Morning

desa sihotang

Hello Morning

petani bawang

Petani Bawang

boru nainggolan

Boru Nainggolan

Silalahi

Danau Toba dari Silalahi

penggundulan hutan di toba

Sisa Berdua

lumban suhi-suhi

Anak-anak yang akan pulang ke rumah usai membersihkan perlengkapan makan dan juga mandi di tepian danau toba

desa sihotang

Istirahat dipinggir jalan, dua anak ini hendak menuju sekolah yang berjarak sekitar 2 km dari rumahnya dengan berjalan kaki

Tele

Selamat Pagi dari Dataran Tinggi Tele

Tele

Matahari menampakkan diri di ufuk timur, penampakan dari Tele

 

sinabung

Sinabung di Malam Hari

 

sinabung di kala malam

sinabung di kala malam

sinabung

Senja di Sinabung

sinabung

Sinabung dan Ladang

sinabung

Sinabung dari Tiga Pancur

sipiso-piso

Air terjun sipiso-piso dari kejauhan

sihotang

Danau toba dilihat dari desa sihotang

Peran serta kita semua sebagai “pemilik” Danau Toba inilah diperlukan untuk mengembalikan potensi alam dan wisata di Danau Toba, tanpa kita yang peduli mungkin sebentar lagi air Danau Toba akan semakin surut, airnya tercemar yang tentunya mempengaruhi hajat hidup masyarakat seputaran Danau Toba yang menggantungkan hidup dari Danau Toba.

admin

Traveler yang memulai blog ini menjadi sebuah sesuatu yang berguna bagi para backpacker dan Solo Traveler seperti saya yang aslinya adalah seorang pecinta jalan-jalan dan traveling ke berbagai pelosok dunia, berbaur dengan penduduk setempat dan melebur diri ke dalam rutinitas yang jauh dari hiruk pikuk kota, saya juga menganggap ini bukan hanya sekedar traveling biasa, tapi saya berusaha membuka jendela dunia melalui blog traveling yang saya sajikan kepada anda untuk di jadikan tempat merefleksikan diri

Latest posts by admin (see all)

5 Comments

Leave a Reply