Pesona Alam Erawan Waterfall Kanchanaburi

Erawan Waterfall Kanchanaburi, Thailand terletak di Propinsi Kanchanaburi yang merupakan kota dan propinsi yang berjarak sekitar 129 km (81 mil) di sebelah barat Thailand, atau sekitar tiga jam perjalanan dari Bangkok. Curug alias Erawan Waterfall ini terdiri dari 7 level.  Puncak ketujuh alias level yang paling atas berada di ketinggian 1.500 meter dpl.  Akses ke setiap levelnya makin lama makin menanjak.

Erawan Waterfall Kanchanaburi

Level 1 & 2 termasuk yang paling mudah dicapai, bahkan level 2 ini termasuk yang paling indah.  Air terjun jatuh dari cadas bagai tirai, mengairi danau biru tosca di bawahnya, dan ada banyak ikannya, besar-besar!  Pengunjung pun banyak yang mandi-mandi di sini.

Erawan Waterfall Kanchanaburi

Masuk level 3 ke atas, jalur mulai mendaki Dari sini keringat mulai bercucuran, nafas mulai terengah-engah.  Pada beberapa pohon besar terdapat kain warna-warni yang melingkari batangnya, lengkap dengan sesajen.  Ini adalah tanda sesembahan penganut paham animisme. Menjelang level 4,5 dan 6 jalanan semakin menanjak seperti traking dalam hutan.

Akhirnya sampai ke level 7 yang memberikan pemandangan sangat indah dengan air yang tidak terlalu deras menuju ke danau di bawah nya yang berwarna biru tosca.

River Kwai Bridge

Selain Erawan Waterfall di Propinsi Kanchanaburi ini juga terdapat jembatan bersejarah peninggalan perang dunia ke 2 yaitu Jembatan Sungai Kwai (River Kwai Bridge), pembangunan jembatan sungai kwai tidak terlepas dari kerja keras Romusha dari Indonesia.  Jalur yang melintasinya sepanjang 400an Km. Rel, lokomotif dan bentang jembatannya banyak diambil dari Indonesia, termasuk diantaranya diambil dari konstruksi besi bangunan beberapa pabrik gula, jalur-jalur gauge 1435 mm, beberapa ruas lintas cabang (Jatinangor, Saketi-Bayah, Madura, dll).  Romusha yang menjadi tumbal pembangunan jalur ini konon nyaris sebanyak jumlah bantalan betonnya.

Propinsi yang berbatasan dengan Myanmar ini penuh dengan keindahan alam, namun satu peninggalan dari Perang Dunia II-lah yang menempatkannya di peta dunia. Peninggalan Perang Dunia II ini berupa sebuah jalur kereta api berbentuk jembatan yang berdiri di atas Sungai Kwai. Jembatan yang merupakan objek wisata terkenal selain Sungai Kwai sendiri, sebenarnya biasa saja. Namun nilai historis yang terkandung di balik cerita pembangunannya yang membuatnya tidak biasa.

Jembatan ini dikenal dengan nama The Hellfire Pass atau Death Railway. Hellfire Pass adalah sebuah celah yang memotong gunung, terkenal dengan istilah cutting mountain. Celah ini digali oleh para tahanan semasa Perang Dunia II pada tahun 1942-1943 untuk menghubungkan rel kereta api dari Thailand ke Myanmar. Panjangnya sekitar 500 meter, dengan dalam lebih dari 25 meter. Celah ini digali dengan menggunakan tangan, tanpa perlindungan sama sekali. Jembatan River Kwai ini begitu terkenalnya hingga dimasukkan ke dalam buku karangan Pierre Boulle dan pernah difilmkan pada tahun 1950-an dengan judul Bridge Over River Kwai.

admin

Traveler yang memulai blog ini menjadi sebuah sesuatu yang berguna bagi para backpacker dan Solo Traveler seperti saya yang aslinya adalah seorang pecinta jalan-jalan dan traveling ke berbagai pelosok dunia, berbaur dengan penduduk setempat dan melebur diri ke dalam rutinitas yang jauh dari hiruk pikuk kota, saya juga menganggap ini bukan hanya sekedar traveling biasa, tapi saya berusaha membuka jendela dunia melalui blog traveling yang saya sajikan kepada anda untuk di jadikan tempat merefleksikan diri

Latest posts by admin (see all)

Leave a Reply