Lawang Sewu – Contoh Merawat Sejarah

balai-kota-semarangBila ke kota Semarang, jangan lupa ke Lawang Sewu… yang katanya salah satu ikon kota Semarang. Itulah maklumat yang biasa disebut-sebut orang bila kita akan berkunjung ke semarang. Memang sudah menjadi target kami untuk mengunjungi tempat ini di sela-sela mengikuti Musyawarah Nasional (Munas) Federasi Perkumpulan Senifoto Indonesia (FPSI) dan penjurian Salon Foto Indonesia (SFI) ke 36 yang merupakan event fotografi nasional yang diadakan sekali setiap tahunnya.

Awalnya diceritakan teman-teman ada kesan horornya, karena sering menjadi lokasi reality show hantu-hantu di televisi. Tapi ketika sampai dilokasi, kesan yang katanya angker itu hilang sama sekali. Bangunan bersejarah sudah tertata dengan rapi, bersih dan setiap hari dikunjungi banyak wisatawan lokal maupun mancanegara. Gedung bersejarah ini dulunya merupakan kantor Nederlands_Indische Spooweg Maatschappij atau NIS. Dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907. Terletak di bundaran Tugu Muda yang dahulu disebut Wilhelminaplein. Masyarakat setempat menyebutnya Lawang Sewu karena bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak, meskipun kenyataannya, jumlah pintunya tidak mencapai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu (lawang).

selasar-balai-kota-semarangBangunan kuno dan megah berlantai dua ini setelah kemerdekaan dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Selain itu pernah dipakai sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Perhubungan Jawa Tengah. Pada masa perjuangan gedung ini memiliki catatan sejarah tersendiri yaitu ketika berlangsung peristiwa Pertempuran lima hari di Semarang (14 Oktober – 19 Oktober 1945). Gedung tua ini menjadi lokasi pertempuran yang hebat antara pemuda AMKA atau Angkatan Muda Kereta Api melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang. Maka dari itu Pemerintah Kota Semarang dengan Surat Keputusan Wali Kota Nomor. 650/50/1992, memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi.

Banyak hal yang membuat kami takjub, seperti perawatan bangunan dan tersedianya petugas pemandu wisata yang dapat memberikan penjelasan dengan rinci setiap sudut bangunan yang memiliki nilai-nilai sejarah. Lawang Sewu di pugar tahun tahun 2011 dan di resmikan oleh Presiden SBY saat itu. Alangkah indahnya kalau di Medan ada gedung yang dirawat seperti ini dan dapat di nikmati oleh masyarakat umum.

lawang-sewu-semarang

karnadi lim

karnadi lim

Founder at KarnadiLim.com
Penggiat dunia pendidikan yang juga jatuh cinta pada traveling dan fotografi. Kerap menghabiskan waktu libur dengan berpetualang ke berbagai tempat yang eksotis dan kota tua serta UNESCO heritage site menjadi spot wajib dalam petualangannya. Karyanya terangkum apik di www.karnadilim.com
karnadi lim

Leave a Reply