Ayutthaya Historical Park Kejayaan Masa Lalu Thailand

Thailand yang Modern sekarang ini tidak terlepas dari sejarah panjang yang ribuan tahun, bermula dari sebuah kerajaan yang berumur pendek yaitu Kerajaan Sukhothai, kemudian di lanjutkan oleh Kerajaan Ayutthaya, setelah kerajaan Ayutthaya berhasil di taklukkan oleh Birma, maka berdirilah kerajaan  Siam yang beribukota di Thonburi yang menyatukan kerajaan Ayutthaya. Kudeta tahun 1932 yang mengakhiri Monarkhi Absolut dan mengubah Siam menjadi Thailand modern. Berikut ini adalah cerita tentang traveling murah ke bekas kerajaan Ayutthaya yang telah menjadi situs warisan dunia oleh UNESCO.

Sejarah Ayutthaya Historical Park

Kerajaan Ayutthaya (bahasa Thai: อาณาจักรอยุธยา) merupakan kerajaan bangsa Thai yang berdiri pada kurun waktu 1350 sampai 1767 M. Nama Ayyuthaya diambil dari Ayodhya, nama kerajaan yang dipimpin oleh Sri Rama, tokoh dalam Ramayana. Pada tahun 1350 Raja Ramathibodi I (Uthong) mendirikan Ayyuthaya sebagai ibu kota kerajaannya dan mengalahkan dinasti Kerajaan Sukhothai, yaitu 640 km ke arah utara, pada tahun 1376.

Dalam perkembangannya, Ayyuthaya sangat aktif melakukan perdagangan dengan berbagai negara asing seperti Tiongkok, India, Jepang, Persia dan beberapa negara Eropa. Penguasa Ayyuthaya bahkan mengizinkan pedagang Portugis, Spanyol, Belanda, dan Perancis untuk mendirikan pemukiman di luar tembok kota Ayyuthaya. Raja Narai (1656-1688) bahkan memiliki hubungan yang sangat baik dengan Raja Louis XIV dari Perancis dan tercatat pernah mengirimkan dutanya ke Perancis

Meskipun demikian ancaman terbesar datang dari Burma dengan pemimpin Raja Alaungpaya yang baru berkuasa setelah menaklukkan wilayah-wilayah Suku Shan. Pada tahun 1765 wilayah Thai diserang oleh dua buah pasukan besar Burma, yang kemudian bersatu di Ayutthaya. Menghadapi kedua pasukan besar tersebut, satu-satunya perlawanan yang cukup berarti dilakukan oleh sebuah desa bernama Bang Rajan. Ayutthaya akhirnya menyerah dan dibumihanguskan pada tahun 1767 setelah pengepungan yang berlarut-larut. Berbagai kekayaan seni, perpustakaan-perpustakaan berisi kesusastraan, dan tempat-tempat penyimpanan dokumen sejarah Ayutthaya nyaris musnah; dan kota tersebut ditinggalkan dalam keadaan hancur.

Peninggalan yang cukup menarik dari kota tua Ayutthaya hanyalah puing-puing reruntuhan istana kerajaan. Raja Taksin lalu mendirikan ibukota baru di Thonburi, yang terletak di seberang sungai Chao Phraya berhadapan dengan ibukota yang sekarang, Bangkok. Peninggalan kota bersejarah Ayutthaya dan kota-kota bersejarah sekitarnya yang terdapat pada lingkungan Taman Bersejarah Ayutthaya telah dimasukkan oleh UNESCO sebagai Warisan Dunia UNESCO. Kota Ayutthaya yang baru kemudian didirikan di dekat lokasi kota lama, dan sekarang merupakan ibukota dari Provinsi Ayutthaya.

Menyusuri Ayutthaya Historical Park

Kunjungan ke Ayutthaya terinspirasi dari sebuah blog di Internet, setelah berkeliling daerah Khaosan Road (backpacker area/ tempat traveling murah) akhirnya menemukan tour ke Ayutthaya Historical Park dengan harga yang lumayan murah yaitu sekitar 550 Baht (Rp. 148.500) sudah termasuk transportasi, guide dan makan siang.

Karena sudah memesan tour ke Ayutthaya Historical Park sehari sebelumnya, akhirnya dengan penuh semangat pagi-pagi buta jam 06.00 sudah nangkring di cafetaria hotel tempat menginap, menikmati sarapan dengan terburu-buru karena mobil dijanjikan tiba pukul 06.30, ternyata yang ditunggu itu muncul pada pukul 07.00

Petualangan mengelilingi  Ayutthaya Historical Park di mulai, dalam rombongan kami sekitar 10 orang dalam 1 van hanya kami berdua yang merupakan orang asia, sisanya adalah turis bule. Perjalanan di tempuh selama 1 jam menuju utara bangkok, traveling murah pagi itu terasa sangat menyenangkan, selain cuacanya yang cerah juga jalanan belum padat sama sekali. Tidak terasa akhirnya kami telah sampai di Ayutthaya Historical Park.

Tujuan pertama kali adalah mengunjungi Wat Phu Khao Thong, Wat Phu Khao Thong yang artinya Golden Mountain Temple ini didirikan pada tahun 1387, di tempat ini para pengunjung dapat menaiki tangga setapak demi setapak hingga ke puncak kuil, Selain candi, di sini Anda dapat melihat pula Monument of King Naresuan the Great.

Setelah puas berkeliling di Wat Phu Khao Thong, kita berpindah lagi ke Wat Phra Sri Sanphet.  Ini kuil terbesar di Ayutthaya Historical Park yang terkenal dengan deretan stupa. Ia menempati lokasi di tanah bekas istana kerajaan, dan kini hanya digunakan untuk perayaan keagamaan oleh kerajaan. Dahulu, di kuil ini terdapat patung Buddha setinggi 16 meter yang terbuat dari 340kg emas. Tetapi, saat penyerangan, orang Burma telah menghancurkan kuil dan membakar patung Buddha tersebut. Upaya ini dilakukan untuk melelehkan emas dan membawanya pergi.

Selain itu perjalanan selanjutnya adalah ke Wat Phra Mahathat.  Ini juga kuil besar yang dihancurkan oleh pasukan Burma di masa lampau. Meski demikian, beberapa stupa masih berdiri tegak, dan deretan patung-patung Buddha yang ada di sana benar-benar terkesan magis. Di sini pula Anda bisa menemukan sebuah spot terkenal, yaitu sebuah pohon yang tumbuh di sekeliling kepala patung Buddha. Pastikan Anda membungkuk untuk menunjukkan rasa hormat karena orang Thailand menganggapnya suci.

Perjalanan harus berakhir pada pukul 14.00, van yang kami tumpangi akhirnya menurunkan kami kembali di Khaosan Road, petualangan traveling murah mengunjungi Ayutthaya Historical Park harus berakhir, kami juga telah memesan one day tour ke Kanchanaburi untuk esok hari. Nantikan petulangan kami selanjutnya di Propinsi Kanchanaburi mengunjungi Erawan Waterfall dan juga River Kwai Bridge yang sangat berperan dalam invansi pasukan Jepang pada PD II

 

Leave a Reply