Menyusuri Jejak Rangga dan Cinta di Jogjakarta

Ada Apa Dengan Cinta jilid 2, singkatan kerennya AADC 2, film yang sempat booming di awal rilisnya di bulan April 2016. Sepertinya kami sudah telat mengikuti proses “ke kinian”, tapi namanya juga sambil jalan, apa salahnya kita coba telusuri lokasi di mana Rangga dan Cinta berada selama di kota Yogya. Untuk itulah traveling murah mencoba mencari jejak-jejak mereka sambil menelusuri spot foto lainnya.

photo-2Setelah 14 tahun berlalu dari film pertama Ada Apa dengan Cinta, produser berusaha mengangkat kembali emosi para pecinta film AADC. Hasilnya, semua lokasi shooting mengais rezeki atas pembuatan film tersebut. Tempat-tempat itu menjadi ramai dikunjungi wisatawan nasional maupun negara tetangga. Karena film ini sempat di putar juga di Malaysia dan Brunai.

photo-12

photo-13Akibatnya, lokasi pembuatan film AADC 2 saat ini memanen rezeki popularitas hanya karena sudah tampil didalam film. Sehingga bagi kami, mumpung lagi Yogya, sekalian coba menyulusuri jejak Rangga dan Cinta di sela-sela kegiatan hunting foto. Minimal ikut trend kekinian ..

photo-4Dari 12 lokasi seperti yang ada dipublikasi diberbagai media, tidak semuanya dapat terkunjungi, ada juga yang tutup saat kami kunjungi, yaitu Sellie Coffee .. yang memang tutup disetiap hari Senin.

  1. Punthuk Setumbu

Sejak dahulu lokasi ini memang sudah menjadi spot para fotografer untuk mendapatkan matahari terbit yang kelihatan Borobudur dari jarak jauh. Kadang disebut sebagai Borobudur Nirvana Sunrise . Kalau sekarang Phunthuk Setumbu sudah penuh dengan wisatawan jenis apa saja. Lokasinya sudah ditata rapi, jalan setapak menuju keatas juga sudah disemen. Menyenangkan, tapi capeknya luar biasa, karena harus mendaki juga.

photo-3

Lokasi dengan ketinggian 400 m dari permukaan laut ini dianggap sangat romantis untuk mempertemukan kembali Rangga dan Cinta. Termasuk juga teman-teman lain yang ingin membawa pasangannya. Perlu diketahui, di Yogya dan Jawa Tengah pada umumnya matahari terbit lebih cepat dibandingkan dengan di pulau Sumatera. Sekitar jam 5 pagi matahari sudah mulai keluar, sehingga berangkat dari Yogya minimal jam 3 pagi, supaya waktunya terkejar dengan sekitar 1 jam perjalanan. Mau lebih gampang, bisa menginap disalah satu hotel di Magelang. Jaraknya sudah cukup dekat, termasuk nantinya mau sekalian ke Borobudur.

Dari puncak Punthuk Setumbu ini kita bisa melihat Candi Borobudur dari kejauhan. Demikian juga tampak besar gunung kembar, Gunung Semeru dan Gunung Merapi. Seperti anak-anak menggambar  gunung dengan matahari ditengahnya.

photo-1Bukit Puthuk Setumbu terletak di dusun Kerahan, Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Tidak jauh dari lokasi candi Borobudur berada. Tiket masuk Rp. 15.000.-  per orang untuk turis lokal, wisatawan asing Rp. 35.000.- . Bagi fotografer disarankan tidak kesana pada hari Sabtu atau Minggu, karena terlalu padat.

  1. Gereja Ayam

Dikenal juga dengan nama Rumah Doa Bukit Rhema. Setibanya dilokasi parkir, masih harus neik jeep keatas bukit. Bisa juga dengan jalan kaki, lumayan jauh dan mendakit sangat.

photo-7Kisah Bukit Rhema dari selebarannya bermula di tahun 1989, alkisah seorang bapak yang bernama Daniel Alamsjah mendapat panggilan dari yang diatas untuk berdoa semalaman di Phuntuk.  Hasil doa, beliau mendapatkan firman perintah dari yang Maha Kuasa untuk membangun rumah doa bagi segala bangsa dan segala agama. Singkat cerita tahun 1992 telah dimulai pembangunan dengan arsitektur unik berbentuk burung merpati dan ada topi raja (crown) diatas bangunan tertinggi. Dari posisi puncak itu bisa melihat seluruh keindahan alam sekitar candi Borobudur, gunung Sumbing, Tidar, Merbabu, Merapi dan Suroloyo.

photo-6Bukit Rhema terletak 2.5 km sebelah barat Candi Borobudur, di dusun Gombong, Desa Kembang Limus, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.

  1. Via Via Restaurant & Bakery

Sebuah jaringan restoran dan bakery dari Belgia yang bertemakan traveler dari belahan dunia manapun. Memang yang datang menikmati makanannya mayoritas bule / turis asing. Termasuk masakannnya juga mayoritas masakan barat. Terletak di jl. Prawirotaman yang telah telah ada sejak tahun 1996 dan satu-satunya outlet yang ada di Indonesia. Harganya memang relatif mahal untuk ukutan traveler Indonesia, terutama yang backpacker. Suasana didalam memang asyik, walaupun sederhana. Design ruangan membuat orang betah didalamnya.

photo-5

photo-11Selain café dan restoran, ada counter penjualan roti, coklat, peganan ringan, travel untuk outbound serta counter penjualan barang-barang outbound. Ada juga counter jualan kaos, merchandise, pernak pernik kerajinan tangan, dll.

photo-8

photo-9Ehhh … ternyata cuma 3 lokasi yang dapet …. Nasiblah nak … kirain banyak yang mau ditulis . Kapan-kapan kita ke Yogya lagi ya … biar bisa hunting lagi ke sisa lokasi yang belum dikunjungi dan tulisannya bisa bersambung juga …

Petrus Loo

Petrus Loo

Petrus Loo, seorang Fotografer yang sudah malang melintang di dunia Fotografi Sumatera Utara dan Indonesia,mengeluti dunia foto sejak SMA, banyak mengikuti berbagai lomba foto, karyanya apik di susun di website yang dikemas menjadi galeri Profesional Stock Photo. Petrus Loo saat ini aktif dalam Toba Photographer Club, Medan. Kunjungi websitenya di www.petrusloo.com
Petrus Loo

Leave a Reply