Menyusuri Keindahan Danau Toba

Pada liburan Imlek 2015 yang lumayan panjang terasa sangat membosankan jika tidak diisi dengan kegiatan jalan-jalan, kebetulan beberapa waktu yang lalu pernah merencanakan untuk hunting ke Danau Toba dengan Ares Jonekson dan Samot Hutagaol yang merupakan teman “seperjuangan” di Toba Photographer Club

Trip ini merupakan trip kebersamaan yang terakhir dengan Ares Jonekson yang akan pindah ke Bogor, ntah kapan lagi bisa hunting bareng. Sehabis ibadah gereja langsung berangkat menuju Berastagi, kali ini jalur yang kami lintasi adalah Medan – Berastagi – Sidikalang – Tele – Samosir – Tele – Silalahi – Berastagi – Medan. Sampai di Berastagi waktu sudah lumayan sore, karena sudah lama tidak melihat Sinabung yang terus-terusan erupsi maka kami putuskan untuk menghabiskan waktu hingga malam untuk mengabadikan Gunung Sinabung.

sinabung di kala malam

sinabung di kala malam

Pukul 11.30 kami meninggalkan pos Ojolali untuk melanjutkan perjalanan ke Tele, perjalanan panjang dengan jalan yang kecil serta banyaknya kendaraan oversize dan over beban menjadikan jalur Sidikalang cukup bahaya, ditambah lagi jalanan rusak di mana-mana membuat kami harus ekstra hati-hati.

Setelah perjuangan melewati rintangan di jalan tepat pukul 03.00 dini hari kami sampai di menara pandang Tele, tanpa membuang waktu lagi kami langsung istirahat di mobil sambil menunggu sunrise, cuaca dingin membuat kami terlelap sampai hampir melewatkan tujuan utama untuk melihat sunrise.

sunrise di danau toba

sunrise di danau toba

Puas melihat keajaiban sunrise di pagi hari, kami melanjutkan perjalanan ke Desa Sihotang. Pemandangan di desa Sihotang ternyata tidak kalah indahnya, menawarkan pemandangan dan juga suasana desa yang tenang seakan-akan saat itu kita bukan berada di toba, tetapi disatu desa pegunungan Alpen hehe.

PANO_20150223_091451

Pemandangan Desa Sihotang

tenang

Tenang

Buhit

Pusuk Buhit dan Danau Toba

Sehabis dari sana kami turun ke samosir, kami lanjutkan ke Ambarita dan kemudian ke Lumban Suhi-Suhi, sunset di Lumban Suhi-Suhi termasuk bagus, dengan pemandangan disekitar penuh dengan objek dari penduduk lokal mandi sore, bapak-bapak yang memancing ikan sampai dengan gembala memandikan kerbau menjadi satu objek yang cukup menarik untuk di eksplore.

_MG_3954

Memancing Ikan

_MG_3927

Sunset di Toba

IMG_8714

Memandikan Kerbau

_MG_3919

Horbo (baca : Kerbau)

Niat awal adalah mau mandi bersama dengan penduduk lokal di sana, tapi melihat pemandangan yang lumayan jorok di sana akhirnya kami mengurungkan niat untuk mandi, efek dari keramba dan makanan ikan menjadikan air danau toba tidak terlalu layak untuk di pergunakan untuk MCK.

Danau Toba yang kotor

Danau Toba yang kotor

_MG_4008

Keramba dan Nelayan Lokal serta sisa pakan ikan menjadi penyumbang kotornya air danau toba

IMG_8715

3 activity in 1 frame. Mandiin Horbo – Motret – Mandi

Karena sudah terlanjur ilfeel dengan kondisi danau toba, kami memutuskan untuk menuju Hot Spring Pangururan buat mandi, karena udah terhitung 24 jam lebih kami tidak mandi sejak berangkat hingga saat itu. Kebetulan di tempat pemandian air panas tidak terlalu ramai, kami bisa puas-puasin berendam air panas untuk relaksasi dan juga memanaskan badan di malam yang dingin itu.

Karena cuaca lumayan cerah untuk malam itu, kami memutuskan untuk melanjutkan hunting bintang di desa sihotang yang telah kami kunjungi pagi tadi, suasana seru sepanjang perjalanan sampai pada saat memotret bintang, suasana terserbut berubah ketika salah satu dari teman kami itu menyinari daerah sekitar dengan senter, ternyata posisi kami tersebut adalah berada di tengah-tengah pekuburan. Langsung saja perasaan tidak nyaman menghinggapi kami, saat sedang memotret jika ada teman yang memegang pundak kita langsung terkejut, karena hal tersebut kami putuskan segera mengakhiri perburuan bintang kami dan segera menuju tele untuk menggelar tenda tempat istirahat malam itu.

Berburu Bintang

Berburu Bintang

Sesampainya di Tele, kami disambut dengan anjing penjaga yang lumayan serem, siap menerkam jika ada yang datang untuk hal-hal yang tidak baik, untungnya kami berhasil menghalau pergi dan kami bisa mendirikan tenda untuk istirahat. Ternyata anjingnya duduk di depan tenda dan menggongong sepanjang malam, karena sudah capek kami tidak peduli lagi, masuk kedalam sleeping bag dan tidur sampai pagi.

Tenda tengah malam Photo By Samot Hutagaol

 

4 Comments

Leave a Reply