Pembunuhan massal di Kamboja, Masa Lalu Yang Kelam

KAMBOJA atau Kampuchea merupakan negara di Asia Tenggara yang semula berbentuk Kerajaan di bawah kekuasaan Dinasti Khmer di Semenanjung Indo-China antara Abad Ke-11 dan Abad Ke-14. Rakyat Kamboja biasanya dikenal dengan sebutan Cambodian atau Khmer, yang mengacu pada etnis Khmer di negara tersebut. Negara anggota ASEAN yang terkenal dengan pagoda Angkor Wat ini ternyata menyimpan sejarah kelam yang di timbulkan seorang Pol Pot. Pembunuhan Massal yang digagas oleh Pol Pot telah mengambil korban lebih kurang 2 juta rakyat Kamboja

Pembunuhan massal di kamboja

Kamboja menghebohkan dunia ketika komunis radikal Khmer Merah di bawah pimpinan Pol Pot berkuasa pada tahun 1975. Saat itu, Pol Pot memproklamirkan Kamboja sebagai sebuah negara baru. Ia menyebut tahun 1975 sebagai “Year Zero”. Segala sesuatunya ingin dibangun dari titik nol. Tanggal 17 April 1975 dinyatakan sebagai Hari Pembebasan (Liberation Day) dari rezim Lon Nol yang buruk dan korup. Ternyata, pembebasan yang dijanjikan Pol Pot justru merupakan awal masa kegelapan bagi rakyat Kamboja.

pembunuhan massal di kamboja

Masa empat tahun Pol Pot dan Khmer Merahnya berkuasa di Kamboja, adalah masa yang membuat seluruh dunia geger. Khmer Merah berupaya mentransformasi Kamboja menjadi sebuah negara Maois dengan konsep agrarianisme. Rezim Khmer juga menyatakan, tahun kedatangan mereka sebagai “Tahun Nol” (Year Zero). Mata uang, dihapuskan. Pelayanan pos, dihentikan. Kamboja diputus hubungannya dengan luar negeri. Hukum Kamboja juga dihapuskan. Inilah kejahatan manusia terbesar dengan pembantaian jutaan warga yang tidak berdosa yang dikenal dengan Pembunuhan Massal Kamboja

pembunuhan massal di kamboja

korban kekejaman pol pot

Rezim Khmer Merah dalam kurun waktu tersebut diperkirakan telah membantai sekitar dua juta orang Kamboja. Ada sekitar 343 “ladang pembantaian” yang tersebar di seluruh wilayah Kamboja. Choeung Ek adalah “ladang pembantaian” paling terkenal. Di sini, sebagian besar korban yang dieksekusi adalah para intelektual dari Phnom Penh, yang di antaranya adalah: mantan Menteri Informasi Hou Nim, profesor ilmu hukum Phorng Ton, serta sembilan warga Barat termasuk David Lioy Scott dari Australia. Sebelum dibunuh, sebagian besar mereka didokumentasikan dan diinterogasi di kamp penyiksaan Tuol Sleng.

pembunuhan massal di kamboja

Kumpulan Gigi korban pembantaian Pol Pot

Itulah sekelumit kekejaman dari rejim Pol Pot di Kamboja, tentunya mengunjungi Kamboja dengan hanya melihat kemegahan Angkor Wat saja tidak cukup tanpa melihat Killing Field, membuat setiap kita bergidik ngeri menyaksikan kekejaman dari rezim Pol Pot. Berikut ini ada sekelumit “oleh-oleh” dari negeri Hun Sen yang mengisahkan sejarah gelap Kamboja yang di dokumentasikan oleh Karnadi dalam traveling murah ke negara-negara Indochina.

pembunuhan massal di kamboja

pembunuhan massal di kamboja

pembunuhan massal di kamboja

pembunuhan massal di kamboja

 

Selama traveling murah ke Kamboja saya menginap di Kha Vi Guesthouse letaknya yang berdekatan dengan royal palace serta mudah diakses dari beberapa main attraction disekitar sana. Pelayanan yang hangat dan ramah dari staf guesthouse membuat kita nyaman dan merasa seperti di rumah.

Leave a Reply