Siapa bilang orang Tionghua numpang di Indonesia, Sejarah Cina Peranakan membela Ibu Pertiwi

Sejarah orang tionghoa di Indonesia sudah di mulai sejak ratusan tahun yang lalu, jauh sebelum negara Indonesia berdiri. Tapi disini kita tidak akan membahas mengenai sejarah orang tionghoa datang dan beranak pinak di Indonesia. Tapi kita akan lebih fokus membahas terhadap Individu Individu dan sejarah sejarah yang terkandung di belakangnya, Individu-Individu yang ikut mendirikan dan membangun Negara Indonesia.

 1.Periode Kebangkitan Nasional

Sedari awal perjuangan kemerdekaan Indonesia dari belanda,ada golongan masyarakat Tiong Hoa yang ikut menentang dan melakukan gerakan anti-belanda.Beberapa dari mereka juga turut di penjarakan oleh belanda dan di asingkan ke digul. Lie Tiong Pik seorang pedagang di daerah cepu semenjak muda sudah mengikuti pergerakan anti-belanda.Pada tahun 1926 beliau di penjarakan di blora dan di buang ke boven digoel bersama sama dengan Tjan Tok Giap dan Tjan Tok Gwan yang bersaudara bersama juga dengan mereka adalah Mohammad Hatta atau Bung Hatta tokoh proklamator Indonesia.

Apalagi ingin di tilik lebih jauh lagi ada nama Nie Hoe Kong yang memimpin pemberontakan terhadap belanda pada abad 18,di mana hasilnya adalah 10.000 orang Tiong Hoa di bunuh dan mayat nya di buang ke kali angke.

Masyarakat Tiong Hoa di catat juga menjadi peserta dari Sumpah Pemuda pada Tahun 1928, yaitu Keww Thiam Hong,Oey Kay Siang,John Lauw tjoan Hok,Tjio Djien Kwie.Serta patut di catat jug adalah Johan Muhammad Tjia yang berpartisipasi sebagai seorang panitia dalam kongres pemuda yang memprakarsai terjadinya Sumpah Pemuda dimana almarhum mewakili dari Jong Islamieten Bond dan menjabat sebagai Pembantu I.

Selain tokoh tokoh di atas yang ikut membantu pergerakan dalam mewujudkan Indonesia yang merdeka dari penjajahan belanda,Koran Sin po sebuah koran melayu-tionghoa banyak memberikan sumbangan dalam menyebarkan informasi yang bersifat nasionalis.Harian Sinpo ini adalah harian pertama yang memuat teks lagu kebangsaan Indonesia “Indonesia Raya” dan juga turut mempelopori penggunaan nama Indonesia untuk menggantikan Hindia Belanda sejak Sumpah Pemuda pada tahun 28 oktober 1928.Selain hal hal di atas,Koran sinpo juga mempelopori penggunaan kata bumiputera menggantikan kata Inlander,dan sebagai timbal balik nya semua pers lokal menggantikan kata “tjina”/”cina” dengan kata Tionghoa.

2.Revolusi dan Pra-Kemerdekaan

Pada masa kependudukan Jepang dan dalam rangka mempersiapkan kemerdekaan Indonesia ada tokoh tokoh dari etnis tiong hoa yang tercatat juga ikut aktif dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.Oei Tjong Tjoei yang salah satu anggota dewan pertimbangan pusat (Chuo Sangi In) yang merupakan sebuah badan dewan bentukan jepang untuk memberikan peran aktif kepada tokoh Indonesia di dalam lembaga pemerintahan,setelah itu Almarhum juga merupakan salah satu anggota dari BPUPKI (Badan Persiapan Usaha Kemerdekaan Indonesia).

Selain Oei Tjong Tjoei tercatat juga ada Liem Koen Hian yang juga merupakan anggota BPUPKI yang di ketuai oleh Bung Karno;Liem Koen Hian meruapakan pendiri Partai Tionghoa Indonesia yang merupakan sebuah partai nasionalis Indonesia yang berdampingan dengan kaum nasionalis Indonesia lainnya untuk mewujudkan Indonesia yang merdeka.Peran beliau setelah Indonesia merdeka juga sangat banyak yaitu menjadi anggota perundingan Reville yang di pimpin amir sjarifuddin.

Salah satu quote nya yang terkenal adalah; “Jikalau Peranakan Tionghoa dengan mendengar suara hatinya mau lengketkan nasibnya bersama Indonesia ini, ia pun mesti dianggap Indonesia sejati.”.Selain Oei Tiang Tjoei dan Liem Koen Hian ada juga Oei Tjong Hauw dan Tan eng hoa yang juga merupakan anggota BPUPKI.Ada banyak pejuang yang turun kedalam medan perang yang merupakan suku Tiong Hoa tapi hanya sedikit bukti sejarah yang mencatatkan keberadaan mereka secara langsung,sehingga bukti nyata yang di miliki sekarang ini sangat sedikit bahkan hampir tidak ada.

Salah satu yang terkenal dan tercatat ikut turut serta dalam perjuangan fisik memerangi belanda adalah Tony Wen atau Boen Kin To,Boen Kin To terlahir dari sebuah keluarga berada di SungaiLiat Bangka.Dia meneruskan pendidikan hingga bangku kuliah di Cina,tetapi jalan yang di pilihnya bukanlah jalan berdagang ataupun menjadi akademisi.Setelah Jepang menyerah dia memilih untuk menetap dim kota solo untuk memimpin barisan Tionghoa.

Di kemudian hari beliau menjadi pembantu Mukarto kepala Opium en Zoutregie (Jawatan Opium dan garam),di sana beliau sering ke singapura untuk menukar candu/opium dengan senjata yang kemudian di selundupkan ke Republik untuk memperkuat barisan perjuangan,Salah satu aksi terbesar yang di lakukan oleh Tony Wen adalah beliau ikut serta dalam perobekan bendera Belanda di Hotel Oranye (sekarang Hotel Majapahit,di kota Surabaya).

Sejarah singkat rasialisme terhadap etnis Tionghoa di Indonesia

Pada jaman penjajahan belanda suku cina di Indonesia di bagi menjadi dua yaitu : Kiau Seng (warga keturunan yang sudah melupakan budaya dan ajaran nenek moyang,karena sudah berbaur dan berasimilasi)-Cina Benteng dan Hoa-Kiau yang merupakan perantauan yang datang ke Indonesia untuk melakukan perdagangan saja dan mereka masih menganggap bahwa mereka itu orang “cina”.

Pada masa penjajahan Belanda status masyarakat di Indonesia akan di bedakan menjadi tiga golongan yaitu :

1.Lapisan atas : Golongan Eropa dan Indo (blasteran)
2.lapisan kedua : Golongan Timur Asing (Arab dan Cina)
3.Lapisan Ketiga/Terakhir : Golongan Pribumi.

Berbeda dengan kelompok arab,kelompok cina lebih susah untuk membaur dengan kelompok bumiputera. Hal ini di sebabkan oleh faktor agama,adat istiadat ,status sosial dll. Hal inilah yang menyebabkan perbedaan status sosial yang membuat masyarakat cina dan pribumi tidak bisa berbaur dengan baik,tidak seperti masyarakat Arab yang memiliki keyakinan sama sehingga lebih bisa berbaur dengan masyarakat Pribumi.

Maju ke tahun 1740 dimana pembantaian masyarakat Cina –Chineezenmoord- oleh pemerintahan kolonial belanda,Hal ini di sebabkan oleh VOC yang menganggap bahwa orang cina di anggap sebagai pesaing paling berat dalam bidang ekonomi di Indonesia.Masyarakat Tionghoa Indonesia pada waktu itu menguasai hampir semua sektor dan aspek perdagangan di Indonesia.

Tahun 1690- Pada jaman itu masyarakat pribumi dan tionghoa masih terjalin dengan baik, masih banyak orang cina yang menduduki jabatan jabatan penting di kerajaan.Melihat hal tersebut VOC merasa di perlukan adanya pembatasan.VOC memberlakukan yang di namakan kapitan Tionghoa,dimana tugasnya adalah pencatatan para imigran cina yang datang semenjak tahun 1683.Dari sana VOC akan menyaring siapa yang boleh menjadi warga Batavia mana yang tidak boleh.

Tahun 1706-VOC sedikit melonggarkan peraturan di mana kapal tiong hoa besar boleh mengangkut 100 penumpang dan kapal kecil membawa 50 penumpang,dengan biaya bagi kapal besar 1000 ringgit dan 500 ringgit untuk kapal kecil,dari situ mulai banyak lagi arus imigran cina ke batavia.

Tahun 1717-Pada masa pemerintahan Van Swol,arus imigrasi masyarakat cina ini bisa di hentikan dengan cara menurunkan harga teh dari pedagang Tiong Hoa.Tapi cara ini bagaikan pisau bermata dua karena cara ini merugikan VOC, karena tidak lagi mendapat pemasukan bea dari imigran Cina.

Ledakan penduduk cina di tionghoa antara rentan waktu tahun 1719 hingga 1739 adalah Jika pada tahun 1719 tercatat hanya ada 7550 jiwa warga tiong hoa di batavia pada tahun 1739 tercatat ada 10.574 jiwa.Hal ini menyebabkan banyaknya gangguan di masyarakat dan menimbulkan keresehan bagi VOC karena tidak semuanya masyarakat cina ini memiliki ketrampilan.Sehingga pada rentang waktu tahun  1727 hingga 1739,pemerintahan kolonialis belanda membuat peraturan untuk mendaftarkan mereka mereka yang mau hidup di batavia,dan apabila tidak mendaftarkan akan di deportasi kembali ke asalnya,VOC juga melarang warga etnis cina untuk membuka tempat penginapan,pemadatan candu dan warung baik di dalam maupun di luar bataavia.

Sistem izin menetap ini adalah salah satu cara VOC untuk memeras warga Cina.Sejak tahun 1739-1740 warga Etnis tionghoa yang tinggal di batavia berkali kali di suru membayar dan mengajukan izin menetap.Padahal menurut peraturan sebelumnya hanya membayar sekali seumur hidup.Pemerasan ini dan pungutan pungutan liar yang di lakukan belanda ini adalah salah satu cara belanda untuk menutup kerugian kerugian yang di alaminya.Situasi ini bertambah buruk karena para etnis cina yang ketakutan memilih berpangku tangan di rumah dan dengan demikian perdagangan menjadi ambruk,Berita ini pun mulai menyebar di mana para etnis tiong hoa yang tidak memiliki surat izin tinggal akan di deportasi ke negeri asalnya atau di kirim ke sri lanka unttuk di pekerjakan di sana;sedangkan kabar burung yang berhembus ke kalangan warga bumi putra adalah bahwa mereka akan di bunuh oleh warga etnis tionghoa,perempuan akan di perkosa dan menjadikan mereka serta anaknya menjadi budak.

Orang orang cina yang berada di perkampungan (di luar tembok kota batavia) memulai menyusun rencana untuk melakukan perlawanan.Karena belanda semakin beringas,main asal tangkap,penganiayaan dan menyita barang barang (yang di dasari salah tangkap,belanda tidak bisa melakukan pembedaan mana yang sudah membayar dan mana yang belum).Tindak perlilaku kejam belanda terhadap warga etnis tionghoa batavia kian menjadi ketika pada akhir tahun 1739 hingg awal tahun 1740 VOC melakukan penangkapan penangkapan terhadap etnis tionghoa mulai dari bekasi hingga tanjung priok.Pada tahun 1740 bulan februari Gubernur Jendral Valckneier mendapat laporan bahwa beberapa etnis tiong hoa yang bermaksud menyerang penjaga penjara untuk menyelamatkan teman sebangsanya yang di tahan.Melihat aksi ini Gubernur Jendral Valckeneier kemudian meresolusikan penangkapan terhadapa para etnis tiong hoa yang “di anggap” mencurigakan,dan juga bagi yang mereka tidak bisa membuktikan memiliki pekerjaan akan di buang ke sri lanka.

Kekerasan yang di laksanakan belanda terhadap etnis tionghoa semakin membuat para etnis cina ingin membalas perlakuan itu.Di lakukannya gerakan anti-belanda yang semakin meningkat dan menarik banyak simpatisan.Pada akhir september 1740 sudah ada 1000 orang di pabrik gula gandaria.Mereka berniat untuk melakukan perlawana terhadap VOC.Jumlah ini terus berkembang dari awktu ke waktu hingga sampai 5000 orang.Tetapi tidak di sangka ada orang yang berkhianat dan melaporkan kumpulan dan gerakan massa ini ke gubernur jendral.

Pada bulan oktober awal di mulai lah pembantaian oleh VOC terhadap para masyarakat cina .Pada hari kedua yaitu tanggal 10 oktober 1740,pembantaian itu bukan tambah mereda tapi malah semakin mengerikan.Gubernur Jendral Valckenier menginstruksikan penghabisan semua etnis tiong hoa yng tersisa,termasuk yang ada di penjara dan rumah sakit.Saat itu Valckenier menjanjikan hadiah 2 dukat per kepala warga etnis cina yang berhasil di pancung (pemberian hadiah ini,karena VOC tidak hanya mengerahkan para tentaranya tapi juga warga pribumi dan budak belian).

 

disadur dari berbagai sumber  :

1. http://booklens.com/sam-setyautama/tokoh-tokoh-etnis-tionghoa-di-indonesia
2. http://id.wikipedia.org/wiki/Tionghoa-Indonesia
3. http://psmti-pusat.org/id/tokoh/
4. Tionghua dalam pusaran politik – Benny G. Setiono
5. Hoakiau di Indonesia – Pramoedya Ananta Toer

47 Comments

  • ulasan yang sangat menarik

  • sila says:

    Luar biasa

  • liemdjienbee says:

    jaman sudah modern, kalau punya uang bisa apa aja.. ga diterima di indo bisa ke negara mana aja… cintai dan hargai negara yg menghargai warganya sendiri. malaysia lebih menghargai etnia tionghua, walaupun mereka tidak berjuang demi malaysia.. liat banyak pejabat etnis tionghua d malaysia yg maju sekarang.. bukan masalah beruang atau tidak.. tp kebodohan bangsa kita sendiri yg mau dibodohi oleh fanatik sempit dan ras…

  • hery says:

    apakah kita ingin membiarkan peristiwa 1998 akan terulang kepada anak cucu kita, saya yakin jawabannya adalah tidak, untuk itu mari kita sebagai orang indonesia thionghoa indonesia mari kita bersatu, dan ingat jangan lah selalu menganggap ada uang bisa segalanya, bagai mana saudara kita yg tak punya uang, kita ini indonesia jadi mari kita baktikan diri kita untuk indonesia, ingat mari kita bergaul sesama orang indonesia ,kidta itu satu.untuk itu kami mohon etnis lain tolong terima kami dgn apa adanya, kami juga indonesia , bgmn kami bisa melangkah bersama anda kalau kami tetap dianggap asing bagi anda, jadi mulai sekarang kita ini adalah saudara, agama apapun kaya miskin tdk dapat memisahkan kita. mari kita buat perjanjian bahwa kita bersatu membangun indonesia raya menjadi negara yang kaya adil makmur. hidup indonesia…ingat kita bersatu amerika dan negara besar lain nya akan takut sama kita..merdeka

    • carles says:

      setuju pak Hery , sejarah itu bisa terulang , satu lagi sekarang ini kesenjangan tinggi , dan ada yg pamer berlebihan

  • iyus says:

    jika pribumi dan tionghua bersatu maka subur tanah Indonesia ( H.O.S Tjokroaminoto )

  • Dracos says:

    Kenapa mesti dibeda bedain..belajar lah dr keluarga kami, kakek kami peranakan tiong hwa, nenek kami asli Indonesia. Keluarga kami terdiri dari berbagai agama. Sampai detik ini kami tidak pernah merasakan perbedaan itu masalah.

    Sebenarnya diskriminasi itu adalah karakter individu, sy yakin tidak semua warga Indonesia mendiskriminasikan berdasarkan SARA. Hanya mereka yg berpikiran sempit yang merusak Indonesia.

    Saya bangga sebagai orang Indonesia, Indonesia terlalu tangguh utk dipecah belah hanya karena sedikit perbedaan..

    Salam Indonesia satu..

  • maelgaul says:

    Marilah kita bersatu padu.membangun indonesia yg cinta damai ini .jgnlah kita membedakan keturunan apa pun yg tinggal diindonesia ini. Km lahir dan mati untuk indonesia ini.

  • Jaman sekarang masih menghembuskan Anti Tiong Hoa? Itu pemikiran KERDIL org yg TIDAK TAHU SEJARAH perjuangan Tiong Hoa di Indonesia, namun sok tahu dan hatinya BUSUK serta dikuasai SETAN!. Org2 seperti itu biasanya orientasinya DUIT hanya bagi dirinya dan kelompoknya, bukan memikirkan KEMAJUAN Negara Indonesia, jadi justru org seperti itu lah yg TIDAK LAYAK tinggal di Indonesia walaupun PRIBUMI sekalipun, krn sbg PENGHIANAT Bangsa! Mari kita majukan Indonesia shg bisa setara dgn negara2 maju yg lain.

  • Ian says:

    Betul itu sampai buat milisi Po An Tui lagi di Medan dan Bandung hehe

  • Inal says:

    Turunan dari mana2 semua sama, apakah mereka dari china, arab, india, bule, dll.

  • Gusma Sori Suryani says:

    Semuanya ciptaan Allah..

  • Makanya sejarah Indinesia di adakan lagi di sekolah, yg jelas, lugas dan tanpa memihak, khan banyak masyarakat yg blm tahu, bukan bodoh – setuju to

  • Indonesia Raya tetap jaya di manapun berada, di Sekolah, Kampus dan juga Perusahaan milik keturunan Tionghoa – setuju to

  • akhiong says:

    apa si salah warga thionghua? apa tidak blh warga thionghua turut membntu prkmbangam indoneis?? yg saya prtanyakan skrng indonesia ini milik siapa? tolong ingat kerabat seindonesia kita ini scra sengaja appun tdak kita sudah sprti klrga,dan saya sndri sdar ternyata damai itu amat n sangat indah. thaks for all people se indonesia.

  • Hendianto Chairy says:

    Tinggal berapa persen orang di Indonesia yang benar benar Indonesia seperti kita semua uraikan diatas?

  • yusner fallo says:

    Bersatu kita teguh,bercerai kita runtuh……..hidup indonesia

  • Kwang Yin says:

    Kami memang orang Indonesia keturunan Tionghoa… TAPI Kami Lahir, Hidup dan PASTI Mati di Tanah ini… ini Memang bukan Tanah Kami tapi Kami sangat Mencintai Tanah ini. Darah kami memang sedikit berbeda tapi kami sudah Terikat oleh Pertiwi. tapi kembali lagi Semua terserah pada oknum masing” Dihina Seperti Apapu kami Akan tetap mencintai Pertiwi ini Sebagai Bukti inilah Kami Orang Indonesia keturunan Tionghoa yang tak ingin Pertiwi ini Terluka Kembali. 🙂 Salam dan Semoga Semua Makhluk BerBahagia. Sadhu sadhu sadhu.

  • Jimmy Sutanto Kusuma says:

    Saya keturunanorang kuno , saya mengerti hal ini

  • Jimmy Sutanto Kusuma says:

    Etnis tionghoa selalu disudutkan bahkan dianggap sbg komunis bahkan yg saya ketahui pribumi selalu iri terhadap etnis tionghoa yg kaya dan selalu berjaya padahal anggapan ini tidak semua kaya…janganlah sampai terjadi pembantaian etnis lagi karena jika itu terjadi lg , kami akan bergerak dimana adanya hak kemanusiaan yg adil dan beradab

  • erni says:

    Hanya org yg berpikiran picik saja, yg melupakan sejarah, banyak org keturunan china yg berprestasi untuk kebanggaan bangsa ini, buang rasa iri thd yg lain, ingat bhinneka tunggal ika, walaupun kulit kita beda tp kita aadalah satu bangsa, pikirkan bagaimana kita memajukan bangsa ini, itu yg terpenting

  • Kasulan lim SH says:

    Dunia sdh sempit dgn adanya tape ini .apa kejadian dunia langsung tahu. Kita hasil dari Politik adu domba. Devide ed Inpera.Dan kesenjangan kaya miskin. dan kebiasaan memandang mata cipit sbg objek duit .terakhir menjadi serakah. ya… yg kulit lansatpun disikat. Jadi hubar habir kondisi kita. Baru cari kambing hitam.Baru caci maki. Keluar istilah Rezim. Primodial. Seharusnya Kita harus bersatu memberi solusi . dan berkomunikasi.dan diexpresikan.Ini realita . Kita dilahirkan sama tdk membawa harta dan ilmu kenapa hidup kita susah
    yg itu berhasil? dimana salahnya?Kia yg hebat bilang dapatkah kita memesan mau lahir jadi suku ini. itu?(Kia Zainuddin M Z).lihatlah kedalam darah merah sama. Donor darah ada pilih suku? O… aku darah biru. gitu? itu drakula Bro.. he he …
    Sudahlah akur aja. Yg kaya bantu yg miskin. yg miskin minta diajari gimana kaya. Indonesia pasti jaya. nggak usah risih dan sirik. Tepo saliro . Kalau nggak kenal pasti nggak sayang. Iya Kan?Cairkan aja .

  • anto says:

    EMANGNYA MANUSIA2 DISINI ADA MENGHARGAI SEJARAH ETNIK TIONGHOA??? JAWABNYA 0 BESAR
    ANAK2 MEREKA DARI KECIL SDH DIDIDIK UNTUK MEMBENCI ORANG KETURUNAN TIONGHOA.

  • Renpi Suwanto says:

    Menurut saya sebagai perwakilan Pemuda Khonghucu memang darah muda itu masi kurang pengetahuan tetapi haruskah kita sebagai umat beragama saling bermusuhan seperti akir akir ini Ahok memang cina meski begitu apa tidak boleh cina ikutcampur dalam pemerintahan? Dengan saling dukung kita pasti akan membuat indonesia maju jangan selalu menuntut Pemerintan anda sudah tidak membantu pemerintah jangan hanya bisa kritik saja semangat indonesia !! Ekonomi terpuruk bukan karna pemerintah dengan kerjasama yg baik pasti indonesia bisa melalui masa masa ini

  • tiyos says:

    orang cina/thionghwa adalah mbah buyut kita,bukan orang lain dia berjuang bersama orang indonesia melawan penjajah.yg g ngerti sejarah lebih baik diam.salam satu indonesia

  • xi8ix says:

    terima kasih atas pengetahuannya ^.^

  • kelvin kho says:

    Hidup Indonesia Raya ,tanah airku tercinta,,,wlo jngnkn tanah,airpun daku beli.,
    Ibundaku budha
    Ibu mertua islam jawa
    Bpk mertua batak
    Saya dan istri kristen,,
    Anak2 ku biar milih keyakinan sendiri,,
    Gk pernah ribut mslh agama dan ras,,,
    We are the one
    Merdeka Indonesiaku Merdeka,,mari saling bergandengan tangan menyatukan semua pebedaan dalam satu ikatan,,

  • Angelin sovina says:

    Setiap orang hidup mempunyai hak asasi manusia. Jadi jgn menganggap kalau etnis tionghoa itu lemah. Kita ini negara merdeka. Seharusnya kita saling menghargai dan menghormati. Apa orang tionghoa yang kalian gk kenal itu juga salah. Nyadar! Indonesia ini terdiri dari banyak suku, ras dan agama. Kenapa di permasalahin kalau etnis tionghoa ada di indonesia? Pake acara mau ngusir lagi. Lagian kita sama sama di ciptakan tuhan yang maha esa.

  • Ipan says:

    Indonesia terdiri dari suku dan agama , bagus nya Pemerintah menetap kan suku keringanan Cina baik marga ini dan itu adalah ,1 Dri suku suku d Indonesia. , itu baru top markotop. Biar semua jd tahu dan memahami. Nya. Jos. Indonesia raya

  • Sulina says:

    Wa sejarah di indonesia g br tau loo setelah baca artikel ini…pemerintah mestilah memasukannya ke kurikulum sekolah,,,biar anak anak pd tau bahwa tiong hua juga memiliki dan berjuang utk indonesia,,,wujudkan masa depan yg lbh baik

  • Luqman says:

    Sejarah sudah tercatat,kemerdekaan milik bersama bukan milik golongan maupun per orangan yg punya kepentingan politik, cita-cita bung karno sudah jelas dan perintis kemerdekaan memiliki keinginan indonesia yg damai dan merdeka tidak ada yg di kuasai maupun menguasai etnis apa pun yg tinggal dan merintis, serta membangun indonesia adalah pejuang yg meneruskan estafet perjuangan pahlawan kita karena harapan mereka anak cucu kita kelak yg menikmati bersama, bukan koruptor dan money politik yg menikmati tpi nasib 250 jt,regenerasi kita yg diperjuangkan saya berharap kita sadar dan mencintai tanah air kita bukan karena ada apa indonesia tpi indonesia adalah kita.

  • Tjong Fu Yang says:

    Saya heran mengapa dalam sejarah negara kita, nama2 pahlawan Nusantara beretnis Tionghoa tidak pernah diangkat dan dikubur sehingga tidak banyak generasi muda yang tahu, kemudian oleh beberapa kelompok polemik, hal ini dimanfaatkan untuk menjadi sarana pemecah belah dan merendahkan etnis Tionghoa, padahal etnis Tionghoa memiliki andil besar dalam membangun Nusantara, mulai dari era Sriwijaya, Majapahit hingga kemerdekaan…

  • mantap says:

    orang cina yang nasionalis seperti kwik kian gie tidak sebanyak orang cina yang kurangajar seperti lim su liong

  • Daniel Priambodo says:

    Menurut yang saya pernah dengar namanya NIE HOO KIONG , apa salah tulis ya kok jadi NIE HOE KONG , ah mungkin salah dengar saya

  • palapa says:

    Saya harap tidak ada yg marah..

  • Jey Kesumo says:

    Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah HAK SEGALA BANGSA , dan oleh sebab itu PENJAJAHAN DI ATAS DUNIA , HARUS DI HAPUSKAN . Salah satu penjajah kita adalah faktor ekonomi , jadi jikalau kamu malas maka ekonomi kamu akan rendah , dan jika rendah maka kamu akan sirik , nah kalau sudah sirik pasti banyak setan yang mengelabui , dari situlah perdebatan pun terjadi dan terjadilah perang antara etnis satu dengan etnis yang lain , jika mau di hargai hargai lah sesama umat , jika mau maju maka berfikiran maju , jika tidak mau ada org sirik maka rendah hati lah , terkadang orang yang ekonominya sedang melaju tinggi disitulah orang yang semakin tidak rendah hati dan membuat orang lain sirik , itu semua tergantung pembawaan diri , di kampung kami banyak sekali agama yang berbeda namun tetap harmonis dan sangat baik satu sama lainnya .

  • Sedap says:

    Iya , makanya kebanyakan orang pribumi terlalu mudah di pancing / diprovokasi, kebanyakan munafik juga, ada yg menghina hina orang kafir tetapi malah bekerja melalui orang kafir, ironis

  • Tommy shen says:

    Terimakasih sd memberikan petunjuk jln yg lebih baik kita semuanya adalah sesama tanah air bersatulah untuk maju.mohon.Maaf jika ada kata kata yg salah atas komentar saya ini. BONG JUN SHIN/tommy

  • windy says:

    Mmg org cina udh numpang di indonesia tp smpe saat ini org tionghoa urus srt2 msh di beda2in org pribumi urus srt2 ckp ktp n kk aj tp org tionghoa msh di minta SBKRI klu g ada bakal g bs urus klu bs pun mo byk hbs duit jd klu tionghoa yg ssh g ush pny surat la.klu sdh begitu sp yg krg ajar? Sudah pst PEJABATNYA

  • putra pribumi says:

    Bukan pribumi yg membedakan,kami slalu di sudutkan karna kami banyak yh hidup di bawah garis kemiskiman
    Tapi mereka yg tlah mayoritas menguasai sistem perekonimian kitalah tlh memperbudak.
    Contohnya siapa yg tlah menguasai perekonomian kita

    • shelly says:

      Bukan siapa yg telah menguasai. Tidak ada budak perbudakan juga. Kebanyakan bangsa kita mmg kerja dgn bangsa cina indonesia, tpi ttp di bayar kan, bukan di siksa. kalau di siksa gak di kasih mkn baru lah nmnya di perbudak.

  • yoedah says:

    Kita akan jadi indonesia jika kita mengikrarkan SUMPAH PEMUDA, jika kita ngaku orang indonesia tapi tidak mengikrarkan SUMPAH PEMUDA, kita bukan indonesia.
    Trima kasih.

  • bambang sulistomo says:

    Saya faham, banyak sahabat2 saya yg keturunan cina, saya tahu bahwa mereka selalu mendekati pejabat karna “butuh perlindungan”, dan pejabat2 lebih mudah mendapatkan “upeti”, oleh sebab itu banyak kesempatan berusaha diberikan pada saudara2 kita keturunan cina, belum lagi yg ikut dagang hukum dan kebijakan publik, segala cara dipakai untuk dapat keuntungan, itu kasat mata seperti kasus BLBI dsb dsb yg maha dahsyat…itu yang mengakibatkan ketimpangan sosial ekonomi, dan akhirnya kecemburuan sosial yg bisa membuat gejolak…tentu tidak semua, yg kita butuhkan adalah saudara2 keturunan cina yg peduli pada rakyat negeri ini, seperti alm pakYap Thiam Hien, alm Ong Hok Ham, alm Soe Hok Gie, alm John Lie, om Kwik Kian Gie, mas Jayasuprana, ustadz Felix Siauw, mas Yusuf Hamka, bang Lieus Sukharisma, Suhu Khoe seng seng, mbak Yustiani Liem, om Jakob Oetama, harry Tjan Silalahi, dsb dsb…..bukan seperti pemodal hitam raksasa sukanto tanoto, yg mengatakan bahwa ayah kandungnya adalah cina, ayah angkatnya adalah indonesia….

Leave a Reply