Teman Perjalananku dan Kisahnya

[pullquote align=”full” cite=”” link=”” color=”” class=”” size=””]Lots of people want to ride with you in the limo, but what you want is someone who will take the bus with you when the limo breaks down. -Oprah Winfrey[/pullquote]

Kualitas dalam sebuah trip kita biasa turut ditentukan oleh “dengan siapa kita traveling bersama”. Sebagai teman berbagi, “travelmate” tentu memberikan dampak buat kualitas trip kita. Rasa senang ketika travelmate kita dapat memberikan motivasi dan dukungan buat mendaki sebuah bukit untuk menikmati matahari terbit dari puncak bukit.

Dalam beberapa kali kesempatan traveling saya sempat melibatkan “travelmate” dalam kisah-kisah petualangan saya. Bersama teman dekat, kelompok asing dalam satu fam trip, hunting bareng dengan teman komunitas, teman-teman, sahabat, atau seseorang yang sedang dalam penjajakan hubungan, merekalah yang menjadi bagian dari trip saya.

Walaupun memang bagi saya solo traveling lebih mengasyikan daripada traveling bareng-bareng, tapi tentu saja tidak semua tempat menyenangkan buat solo traveling, traveling akan terasa lebih menyenangkan saat kita bisa melakukannya bersama orang lain, apalagi dilakukan bersama dengan orang yang tepat.

Kadangkala jadwal trip kita sering tidak cocok dengan teman–teman yang lain sehingga mereka tidak bisa ikut traveling bersama dengan kita, Berikut ini type travelmate ideal yang mungkin akan menjadikan trip kita lebih berarti.

Perjalanan bersama teman yang cukup menyisakan memori saat berkunjung ke Sabang tahun 2010 silam, ber-7 kami mengendarai kendaraan sendiri menempuh perjalanan selama 12 jam dari Medan menuju Banda Aceh kemudian melanjutkan perjalanan ke Sabang dengan ferry. Kenapa perjalanan ini sangat berarti bagi saya sendiri ? dari 7 orang yang ikut serta dalam trip ini, 3 orang sekarang sudah berangkat ke luar negeri untuk memulai hidup baru, walaupun selama perjalanan ada timbul konflik tetapi ya akhirnya semua dapat berakhir damai. Melalui trip ini jugalah kemudian terjalin hubungan persahabatan, sampai hari ini merekalah sahabat-sahabat saya yang terbaik.

Bersama teman-teman dekat di Sabang

Bersama teman-teman dekat di Sabang

[pullquote align=”left” cite=”” link=”” color=”” class=”” size=””]Whatever happened in Sabang stays in Sabang[/pullquote]

Selanjutnya saya ingin bercerita tentang teman-teman yang bergabung di komunitas MTL (Medan Traveling Lover) yang biasa kami singkat dengan sebutan Mentel. Trip bersama mereka selanjutnya yaitu ke Pulau Banyak, Singkil. Pengalaman di Pulau Banyak semakin mendekatkan hubungan persahabatan kami. Terhempas badai ketika memasuki pulau Palambak, Tidur beralaskan kasur tipis, serbuan nyamuk hingga sebagian dari kami terserang bed bug hingga ketidakpastian penjemputan oleh kapal yang telah kami booking sebelumnya karena bergesernya hari Idul Fitri waktu itu, bagaimana kami dengan ransum pas-pasan bertahan hidup dengan kelapa yang banyak tumbuh disana. Semua memori itu tetap terjaga dalam pikiran kami hingga kapanpun.

Ditengah badai menuju pulau Palambak

Ditengah badai menuju pulau Palambak

Bersama MTL'ers di Pulau Banyak

Bersama MTL’ers di Pulau Banyak

[pullquote align=”right” cite=”” link=”” color=”” class=”” size=””]Friendship is a plant of slow growth and must undergo and withstand the shocks of adversity before it is entitled to the appelation. – George Washington[/pullquote]

Teman perjalanan selanjutnya adalah teman dari komunitas fotografi di Medan, bersama dengan 2 orang teman saya, kami melakukan traveling ke Tiongkok Selatan, Pesawat yang divert ke kota lainnya karena cuaca buruk, di kota Nanning ini kami bertemu dengan seorang traveler asal Bali yang kemudian menjadi teman perjalanan kami selama di Tiongkok dan Vietnam. Bersama-sama tidak mengerti bahasa Mandarin, tidak tahu kondisi apa yang akan kami hadapi di sana, tetapi ya karena sama-sama mempunyai tujuan untuk eksplore, kami jadikan trip ini menjadi memori tak terlupakan bagi kami.

Di Yuanyang

Bersama travelmate di Yuanyang, Tiongkok bertemu juga traveler asal Brazil yang bergabung bersama kami

Perjalanan saya selanjutnya di Sri Lanka ditemani oleh seorang teman. Awalnya sih karena penasaran saja dengan negeri penghasil teh yang menjadi tetangga India, David teman yang menemani berpetualang disana, untungnya David cukup fleksible dalam segala hal, enjoy aja di ajak naik bus umum khusus untuk warga lokal, bergelantungan di kereta api, mendaki ke atas Sigiriya Rock, hingga bermain di Pantai Negombo. Teman saya ini termasuk enak buat di ajak berpetualangan, bahkan dari dialah saya belajar untuk selfie.

Perjalanan bersama dengan David bukanlah kali pertama, saat trip ke Sabang itulah trip pertama kami. Kami bisa asik sendiri dengan suasana tempat yang kami kunjungi, dia asik dengan kameranya, saya sibuk sendiri dengan moment dan kamera, setelah puas kami akan kembali ke tempat semula. Untuk urusan makan, selera kami juga tidak jauh berbeda juga prinsip yang kami pegang dalam traveling lebih kurang sama. Travelmate terbaik yang pernah traveling bareng dengan saya.

Selphie sebelum naik ke SIgiriya Rock

Selfie sebelum naik ke SIgiriya Rock

Sebenarnya masih banyak teman-teman yang mengisi cerita perjalanan saya, sayangnya beberapa tidak mempunyai foto dan beberapa hanya melewati perjalanan saja tanpa ada kesan mendalam yang bisa menjadi sebuah cerita.  Disamping itu saya termasuk solo traveler yang lebih banyak menghabiskan waktu berjalan sendirian.

Tulisan ini di buat untuk berbagi kisah perjalanan bersama dengan travelmate lewat #PosbarTBI #UltimateTravelMate bersama teman-teman Travel Bloggers Indonesia. Bagaimana kisah perjalanan bersama travelmate dari kakak-kakak  lainnya? Silakan dinikmati dari link berikut :

  1. Astin Soekanto – Travelmate, Tak Selalu Harus Bareng Terus Traveling Kemana-mana
  2. Astrasina Adlina – MENJELAJAH SEBAGIAN AMBON BARENG BULE GILA
  3. Dea Sihotang – Hindari 7+1 Hal Ini Saat Sedang Ingin Cari Teman Jalan
  4. Fahmi Ahnar – Teman Perjalanan Paling Berkesan
  5. Indri Juwono – Si pelari selfie, sebut saja namanya Adie
  6. Imama Insani – Teman perjalanan…
  7. Karnadi Lim – Teman Perjalananku dan Kisahnya
  8. Lenny Lim – 3 Hal Tentang Travel-Mate
  9. Leonard Anthony – TRAVELMATE(S), IT’S OUR JOURNEY
  10. Liza Fathia – Naqiya is My Travelmate
  11. Matius Nugroho – #ULTIMATETRAVELMATE: 3 HOST, 3 NEGARA, 3 CERITA
  12. Mas Edy Masrur – Istriku, Travelmateku
  13. Olyvia Bendon – My Guardian Angel
  14. Parahita Satiti – #UltimateTravelmate: Rembulan Indira Soetrisno
  15. Puspa Siagian – Travelmate : GIGA
  16. Putri Normalita – MY UNBELIEVABLE TRAVELMATE
  17. Rembulan Indira – Ultimate Travelmate
  18. Rey Maulana – Kemana Lagi Kita Berjalan, Kawan ?
  19. Richo Sinaga –  My Travelmate, Pria Berjenggot Dengan Followers 380K
  20. Shabrina Koeswologito – 14 Signs You Found The Perfect Travel Mate
  21. Taufan Gio – Travelmate Drama | Apa Kamu Salah Satunya?
  22. Tekno Bolang – Mbok Jas, Teman Perjalanan Terbaik
  23. Titiw Akmar – 10 Alasan Mengapa Suami Adalah Travelmate Terbaik
  24. Vika Octavia – Sesaat bersama Supardi..
  25. Wisnu Dalijo – Teman Menapaki Perjalanan Hidup

30 Comments

Leave a Reply