Toba 360 – Roadtrip & Camping With Baby Ziva part 1

“Wilderness is not a luxury but a necessity of the human spirit, and as vital to our lives as water and good bread.” Edward Abbey

Perjalanan kali ini telah kami planning jauh-jauh hari, karena ada banyak bagian Danau Toba yang setiap hari makin menggoda untuk kami jelajahi, awalnya hanya rencana ber-5 hingga kabar roadtrip ini terdengar oleh seorang teman yang tinggal di Jakarta, kebetulan menjelang liburan Idul Fitri dia akan pulang ke kampung halaman. Karena nambah seorang teman plus seorang bayi maka kami putuskan untuk mengajak seorang teman lagi dan saya rencananya akan mengajak seorang murid saya untuk ikut serta, tapi ternyata menjelang waktu keberangkatan 2 teman batal ikutan dan murid saya juga batal, pas kebetulan sepupu saya ingin ikutan, maka jadilah trip kali ini dilakoni oleh 6 orang.

Selfie di Harian Boho dengan latar belakang Pusuk Buhit

Perjalanan di mulai pada tanggal 23 Juni 2017, sore hari sekitar pukul 18.00 WIB kami dengan mengendarai 2 mobil bergerak menuju Sibolangit, Arianto teman CS Medan menawarkan villanya di hillpark untuk kami tumpangi sebelum kami melanjutkan perjalanan keesok harinya. Memang pilihan yang tepat, kalo kami berangkat tanggal 24 Juni 2017 maka akan terjebak macet arus mudik. Sampai di Hillpark jam telah menunjukkan pukul 21.30, sambil mengobrol dengan tuan rumah kami juga sharing keindahan Danau Toba yang akan kami singgahi tersebut. Melalui foto-foto di Instagram @karnadilim kami mencoba mengajak Ari dan keluarga untuk bergabung bersama kami.

Ternyata keindahan Danau Toba memikat hati mereka untuk bergabhng bersama kami, tanggal 24 Juni 2017 pukul 09.00 kami dengan 3 mobil melanjutkan perjalanan ke tujuan selanjutnya yaitu dataran tinggi Tele sambil istirahat makan siang di Taman Iman Sidikalang.

Replika Bukit Golgota di Taman Iman Sidikalang

Setelah melepas lelah di Taman Iman Sidikalang kami melanjutkan perjalanan ke Tele, ternyata jalanan yang kami lewati telah diaspal mulus sehingga perjalanan biasa memakan waktu 1.5 jam dapat ditempuh selama 45 menit saja.

Pemandangan Danau Toba dari Menara Pandang Tele

Biar kekinian, berfoto di plank nama menara pandang Tele

Berpose Yoga di Menara Pandang Tele

Ziva our maskot, berfoto dengan latar belakang Pusuk Buhit

Dari Menara Pandang Tele kami melanjutkan perjalanan ke Harian Boho, perjalanan selama 35 menit hingga kami sampai di Bukit Holbung, matahari hampir tenggelam saat kami tiba disana, Arianto yang karena istrinya kurang sehat memilih kembali ke Kabanjahe.

Kami tidak menunggu lagi, segera mendaki bukit holbung untuk segera mendirikan tenda. Saat kami sampai masih banyak dijumpai pengunjung yang datang untuk sekedar selfie atau wefie.

Ziva dan Mama Shanty sedang mendaki Bukit Holbung

Sedang berdiskusi, tenda mau didirikan di bagian mana.

Sedang mendirikan tenda

Ziva sedang menunggu uncle ama aunty mendirikan tenda

Tenda kami yang berdiri diatas Bukit Holbung

Usai mendirikam tenda, matahari sudah hampir tenggelam dan cahaya matahari sangat indah menerpa punggung bukit sehingga tercipta lighting yang cakap.

Matahari menyinari punggung bukit

Berpose di bukit holbung

View dari atas Bukit Holbung

Ziva di Danau Toba

Winra the explorer

Desa di tepi danau toba

Leave a Reply