Yulong Xue Shan 玉龙雪山 – Blue Moon Valley

Jintan Lake

Setelah puas menikmati keindahan salju di  Puncak Yulong Xue Shan dengan salju abadinya, kami melanjutkan “perburuan” kami ke bawah dengan mengunjungi Blue Moon Valley, jam menunjukkan pukul 15.00 ketika kami meninggalkan puncak 4506 m.

Foot of Dragon

Perjalanan menggunakan cable car memakan waktu selama 20 menit, setibanya kami di shelter bus secepatnya mencari mobil yang membawa kami dari Lijiang ke Yulong, sambil menunjukkan foto White Water Terrace kepada supir, akhirnya kami dibawa menuju bus shelter yang tidak jauh dari sana. Ternyata tiket 20 Yuan yang kami bayarkan di awal masuk itu adalah dipergunakan untuk bus tersebut.

Perjalanan dari Shelter Bus ke Blue Moon Valley ternyata cukup jauh juga, 25 menit melalui jalanan berliku dan juga menurun dan finally kami sampai di tempat parkir Electric Car dan ternyata kami harus membayar 50 Yuan untuk naik electric car tersebut, tetapi karena waktu yang tersisa sudah sangat sedikit, mau ngak mau kami harus menggunakan electric car tersebut.

Taman Nasional Yulong

Dengan ditemani oleh supir yang membawa kami tersebut kami menyusuri Blue Moon Valley dengan latar belakang Yulong Xue Shan dan matahari yang hampir terbenam. Waktu yang disediakan bagi kami sangat terbatas, selain tidak bisa terlalu menikmati suasana disana juga disebabkan ramainya orang berlalu lalang di atas lantai kayu tempat watching dock.

Blue Moon Valley sebenarnya sangat luas dan menyimpan keindahannya yang khas. Di Blue Moon Valley sendiri berawal dari White Water Terrace dan airnya mengalir ke 4 Danau terdiri dari Tingtao Lake, Langyue Lake, Jingtan Lake dan Yuye Lake.

Supir kami dan juga supir Electric Car asik2 memanggil kami supaya cepat karena ternyata bus terakhir yang berangkat adalah pukul 17.00 sedangkan kami masi setengah perjalanan di Blue Moon Valley ke Shelter Bus. Beberapa pengunjung mengomel kepada supir karena waktu yang disediakan sangat terbatas sekali.

Dengan perjalanan yang terburu-buru selain tidak bisa menikmati keindahan alam nya juga kita tidak bisa lebih eksplor daerahnya, dengan sedikit kecewa akhirnya kami mengakhiri trip tersebut dan balik ke shelter bus.

Kami sempat mampir ke desa Baisha yang terletak dikaki Jade Dragon Snow Mountain atau 8 km dari utara Lijiang Old Town. Baisha adalah salah satu desa tertua di Lijiang. Suasana desa dihiasi bangunan-bangunan kayu yang sudah termakan waktu serta gedung-gedung tua berwarna abu-abu kusam dengan cat sudah mulai terkelupas, satu yang terlihat baru yaitu jalan kecil yang baru saja diperbaiki. Terlihat dipojokan ada beberapa orang tua yang berkumpul sedang bermain mahyong di sudut jalan.

“Baisha” berarti “pasir putih” dan itu mendapat namanya dari pasir putih alam di daerah tersebut. Suasana desa yang terlihat sangat santai. Ibu-ibu sambil menunggu dagangannya terlihat bercengkrama dengan tetangganya saat melintas. Desa ini unik dan masih tradisional, terlihat para wanitanya masih menggunakan pakaian khas Naxi.

Menikmati suasana di kota tua ini, ada rasa kenikmatan sendiri, kita seperti melompati waktu, dengan melihat sekeliling bangunan, masyarakat yang umumnya para orangtua dan segala pernak-pernik yang ditawarkan para pedagang barang antik di sepajang jalan Baisha, serasa berada di era dinasti Ming.

Kembali kami di panggil untuk cepat oleh supir yang mengantar kami, sepertinya semua orang di China ini sangat tidak sabaran dan terburu-buru, sedangkan kami mencoba menikmati segalanya dengan tenang dan santai. Setelah sampai di mobil ternyata supirnya sedikit mengomel karena jam kerjanya sampai jam 17.00 tapi saat ini sekitar jam 18.30 masih terus kerja, sepanjang jalan pulang kami semua dia seribu bahasa.

Karena malam ini, adalah malam terakhir di Lijiang kami menyempatkan diri untuk menikmati Lijiang Old Town di kala malam, ternyata suasana tidak jauh berbeda dengan pagi atau siang, yang membedakan hanya keindahan lampu yang menghiasi setiap bangunan yang ada.

karnadi lim

karnadi lim

Founder at KarnadiLim.com
Penggiat dunia pendidikan yang juga jatuh cinta pada traveling dan fotografi. Kerap menghabiskan waktu libur dengan berpetualang ke berbagai tempat yang eksotis dan kota tua serta UNESCO heritage site menjadi spot wajib dalam petualangannya. Karyanya terangkum apik di www.karnadilim.com
karnadi lim

Latest posts by karnadi lim (see all)

1 Comment

Leave a Reply